HALO KENDAL – Untuk memenuhi pasokan sayuran khususnya jenis sawi di Kendal, Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, memanfaatkan lahan di area lapas terbuka, selaligus memberikan pembekalan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Dipilihnya jenis sayuran sawi karena tanaman alternatif tersebut mudah dibudayakan. Selain itu dapat tumbuh di lingkungan dingin maupun panas.
Selain itu, sawi juga dapat ditanam di lingkungan sekitar rumah tanpa perlu lahan yang luas, dengan masa tanam relatif singkat yakni hanya memerlukan waktu 25 – 30 hari saja.
Hal tersebut disampaikan Puji Raharjo, selaku Kasubsi Kegiatan dan Kerja (Giatja) Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Selasa (20/9/2022).
Dijelaskan, penerapan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, yang salah satunya dengan membudidayakan tanaman Sawi, karena tanaman tersebut mudah perawatannya dan tidak perlu dengan lahan yang luas.
“Sehingga akan sangat berguna dan menjadi salah satu bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan kelak jika sudah kembali ke tengah-tengah masyarakat,” terang Puji.
Diharapkan, dengan adanya pembinaan kemandirian ini, para WBP yang telah keluar setidaknya terampil menanam jenis sayuran. Terutama Sawi.
Karena, kata Puji, selain mudah perawatan, cepat panennya, bisa memanfaatkan lahan sekitar pekarangan rumah yang tidak terlalu luas dan yang terpenting murah biayanya.
Selain itu, sawi ini tanaman organik, tidak menggunakan pupuk kimia yang semakin sulit ditemukan dan harganya sangat mahal.
“Mudah-mudahan dengan cara ini warga binaan bisa mengambil ilmu dan manfaatnya, supaya nantinya setelah selesai menjalani masa pidananya disini punya bekal untuk usaha mandiri yaitu bertani,” ungkap Puji.
Di tempat yang sama, Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy menambahkan, hasil panen sayur sawi ini akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lingkungan sekitar dan permintaan pasar yang ada di Kendal.
Dijelaskan, panen setiap hari sayur sawi ini merupakan langkah awal untuk membuktikan bahwa produk yang dihasilkan juga bisa bersaing dengan petani di luaran.
“Selain sebagai pemasok sayuran sawi, dengan pembinaan ini, warga binaan bisa mempunyai rasa percaya diri, bahwa mereka mampu untuk menjalankan budidaya pertanian, yakni dalam pemasaran tanaman sawi,” jelas Rusdedy.
Dirinya juga mengungkapkan, program pembinaan ini merupakan suatu bentuk keseriusan pembinaan kemandirian dari subseksi kegiatan kerja hhhhhuntuk mewujudkan WBP yang terampil dan mandiri. Karena Lapas Terbuka Kendal merupakan Lapas produktif.
“Sehingga kita berikan dukungan penuh, supaya mereka juga dapat bersaing dengan petani di luar sana, serta bisa melakukan terobosan-terobosan baru di lapas terbuka ini khususnya bidang pertanian,” imbuh Rusdedy. (HS-06)