Pasien Covid-19 di Kabupaten Magelang Terus Bertambah, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Konferensi Pers di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Jumat (11/12). (Foto : Magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang  meminta warga Kabupaten Magelang, untuk lebih berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, demi mencegah Covid-19 kian menyebar. Hal itu karena jumlah pasien yang terpapar virus ini masih terus bertambah.

Menurut data terakhir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Jumat (11/12) lalu diketahui ada tambahan 114 orang. Dari sebanyak itu, 46 orang diketahui terinfeksi setelah mengikuti kegiatan pemeriksaan swab yang secara masif dilakukan Pemkab Magelang.

Hingga kemarin, Pemkab Magelang telah melakukan 12.187 orang, dengan 394 di antaranya terkonfirmasi positif.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, peningkatan cukup tinggi ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya hasil tracing, kontak erat dan swab masif yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19.

“Swab masif yang dilakukan secara masal sampai saat ini, mengandung konsekuensi penambahan jumlah terkonfirmasi menembus seribu lebih. Namun hal itu justru bagus, karena mampu menemukan yang tersembunyi untuk dapat segera ditangani,” katanya.

Sebagai tindakan preventif agar tidak terus bertambah, kata Nanda, kuncinya disiplin protokol kesehatan.

“Jangan membuat dan sebisa mungkin menghindari kerumunan. Protokol kesehatan harus ditegakkan. Kegiatan di masyarakat yang berpotensi membuat kerumunan dibatasi hanya 50 orang saja. Permasalahan selama ini, di masyarakat masih sering ada potensi-potensi kerumunan. Terkait hal ini, kami minta pemerintah kecamatan dan desa untuk menegakkan protokol kesehatan,” pintanya.

Untuk tambahan 114 hari ini, terbanyak berasal dari Kecamatan Mertoyudan 17 orang. Kemudian dari Muntilan 14 orang; Sawangan 12 orang; Bandongan 10 orang ; Kaliangkrik 9 orang; Tempuran 9 orang; Secang 7 orang; Candimulyo 6 orang; Windusari 6 orang dan Salam 5 orang.

Selain itu juga berasal dari Srumbung 4 orang; Dukun 3 orang; Borobudur 3 orang; Mungkid 2, orang; Grabag 2 orang; Tegalrejo 2 orang dan satu orang tersebar di Salaman, Ngluwar dan Pakis.

Meski demikian, saat ini juga ada 38 orang yang sembuh. Sebanyak 15 diantaranya dari Tempuran, Mertoyudan 7 orang; Sawangan 4 orang; Ngluwar 4 orang; Tegalrejo 4 orang; Grabag 2 orang; dan satu orang di Muntilan dan Kaliangkrik.

Hari ini juga ada empat orang terkonfirmasi yang meninggal. Dua orang dari Mungkid dan dua dari Kaliangkrik.

“Dengan demikian, jumlah kumulatifnya menjadi 3.995 orang. Rinciannya, 1.074 dalam penyembuhan, 2.819 sembuh dan 102 meninggal,” ungkapnya.

Sementara pasien suspek, saat ini ada tambahan 3 orang. Selain itu juga ada 3 sembuh, satu meninggal dan 3 orang alih status menjadi terkonfirmasi.

Tiga orang yang alih status itu berasal dari Mertoyudan, Bandongan dan Mungkid.

“Jumlah kumulatifnya, kini menjadi 874 orang. Terdiri dari 55 dirawat, 27 menjalani isolasi mandiri, 33 sembuh dari isolasi mandiri dan 759 sembuh,” ujarnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.