HALO SEMARANG – Polda Jateng memastikan penanganan kasus secara profesional meski ayah mahasiswa Undip, Chiko Radityatama Agung Putra pembuat video deepfake asusila menggunakan AI seorang polisi.
“Iya benar anggota polisi, tugasnya di Polres Semarang,” ujar Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, Rabu (22/10/2025).
Polda menegaskan kasus ini ditindaklanjuti secara profesional. Hanya saja pihaknya belum memanggil terduga pelaku karena masih diselidiki Direktorat Reserse Siber Polda Jateng.
“Iya tidak ngaruh kita menangani kasus ini secara transparan dan profesional. Percayakan, kasus ini masih beproses dan kami sudah mengundang pihak yang terkait mulai dari sekolah, korban, atau Chiko sendiri untuk dilakukan klarifikasi,” bebernya.
“Penyidik punya pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam proses ini karena berkaitan dengan masalah anak, kemudian berkaitan dengan kontennya tersebut dan penyidik pun harus hati-hati supaya ini tidak mengganggu psikologis korban maupun terhadap si pelaku tersebut,” tambah Artanto.
Sebagai informasi, kasus ini mencuat setelah Chiko mengunggah video permintaan maaf di akun Instagram resmi SMA Negeri 11 Semarang, @sman11semarang.official. Dalam video tersebut, ia mengakui bahwa video berjudul “Skandal Semanse” yang viral di media sosial adalah hasil manipulasi menggunakan aplikasi AI, bukan rekaman asli.
“Saya menyadari bahwa video dan foto berjudul Skandal Semanse adalah murni editan saya menggunakan teknologi AI, bukan kejadian nyata,” ujar Chiko dalam pernyataannya.
Chiko juga meminta maaf kepada kepala sekolah, para guru, serta seluruh siswa SMA Negeri 11 Semarang atas tindakannya yang telah merusak reputasi sekolah.
“Saya mohon maaf karena telah mengedit dan mengunggah foto serta video teman-teman tanpa izin melalui akun Twitter saya,” tandasnya. (HS-06)