Napi Langgar Aturan, Asimilasi Covid-19 Bisa Dicabut

Kepala Rutan Batang, Rindra Wardhana menyampaikan sosialisasi asimilasi di masa pandemi Covid-19. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Kepala Rutan Batang, Rindra Wardhana menyampaikan sosialisasi asimilasi di masa pandemi Covid-19, karena Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wajib memahami segala persyaratan, sehingga layak mendapatkannya.

“Pada masa pandemi Covid-19, Kementerian Hukum dan HAM memberikan kebijakan berupa asimilasi WBP. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Syarat dan Tatacara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19,” kata Rindra, seperti dirilis Batangkab.go.id.

WBP perlu mendapat sosialisasi, agar berita yang sampai kepada mereka benar dan WBP bisa mengurus persyaratan yang telah ditentukan.

Rindra menambahkan, untuk mendapat asimilasi Covid-19, harus memenuhi persyaratan sesuai Permen, di antaranya berkelakuan baik, dan telah menjalani separuh masa pidana, serta aktif mengikuti program pembinaan di dalam Rutan.

“Asimilasi Covid-19 ini tidak berlaku bagi pidana khusus, seperti teroris dan korupsi. Adapun kasus narkoba disyaratkan yang pidananya kurang dari lima tahun,” tegasnya.

Napi yang menjalani asimilasi, wajib melaporkan kepada Petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK), secara rutin dan tetap berada di rumah, serta mematuhi protokol kesehatan.

Jika aturan tersebut dilanggar, maka dengan pertimbangan dari Pembimbing Kemasyarakatan, asimilasi bisa dicabut.

Pada kesempatan tersebut, tak lupa Rindra memberi penyegaran wawasan kebangsaan kepada WBP. Beberapa WBP diminta maju untuk menghafal Pancasila dan lagu nasional.

“Semangat kebangsaan ini penting, kalau bukan kita siapa lagi. Meskipun saat ini kalian sedang menjalani masa pidana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan (ka.KPR) Dhoni Arib Setyawan menegaskan, bahwa WBP yang melanggar tata tertib di dalam Rutan tidak akan diusulkan asimilasi.

“Kami ingatkan kembali, jika ada yang melanggar tata tertib, tidak akan kami usulkan mendapat asimilasi,” tegasnya.

Pada awal Tahun 2021 Rutan Batang telah mengeluarkan sebanyak 20 WBP untuk menjalani asimilasi rumah. Rutan Batang akan terus mendata WBP yang sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan asimilasi rumah. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.