HALO KENDAL – Nama perusahaan dicatut dalam retribusi parkir acara Syawalan di Kaliwungu, Direktur CV Semangka Jaya, Dhani Khafi Zakaria membantah dan memberikan tanggapan, Kamis (2/4/2026).
CV Semangka Jaya selama ini dikenal sebagai pemenang tender resmi sejumlah titik lahan parkir yang ada di Kendal.
Hal itu dilakukan, setelah Dhani menerima laporan dari warga, adanya bukti kuitansi berstempel CV Semangka Jaya untuk retribusi parkir pedagang syawalan dengan nominal sebesar Rp 25.000.
“Ya, saya mendapat laporan dari warga, adanya kuitansi untuk retribusi parkir pedagang syawalan dengan nominal sebesar Rp 25.000. Tapi kuitansi dan ada stempelnya itu dalam bentuk foto kopi, keterangannya ditulis dengan tinta biru dan bertanda tangan,” jelasnya sambil memperlihatkan kuitansi yang dimaksud.
Dhani menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah menarik retribusi untuk para pedagang saat acara syawalan yang menempati lahan parkirnya. Bahkan ia menyebut, untuk para pedagang syawalan gratis dari biaya parkir.
“Selama ini kami membebaskan para pedagang yang berjualan saat acara syawalan di lahan parkir kami, dan juga parkirnya. Jadi kami tidak pernah menarik retribusi itu,” tandasnya.
Dhani menyayangkan adanya oknum yang mencatut nama CV Semangka Jaya untuk menarik retribusi parkir.
“Kami menyayangkan ulah oknum yang memakai nama CV Semangka Jaya. Ini sangat merugikan nama perusahaan kami,” ungkapnya dengan geram.
Sementara petugas lapangan CV Semangka Jaya Erwin menambahkan, untuk syawalan tahun ini dari panitia Syawalan Kaliwungu tidak mengundang untuk koordinasi.
Meski begitu, pihaknya tidak mempermasalahkan, karena sudah ada keputusan dari manajemen untuk menggratiskan lahan parkirnya khusus saat acara syawalan.
Namun yang terjadi di lapangan, lahan bahu jalan yang ada di sebelah utara Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaliwungu didirikan untuk arena permainan syawalan. Menurut Erwin hal tersebut dikomersilkan.
“Itu pasti disewakan dengan harga yang tidak sedikit, paling tidak jutaan lah. Nah pada tahun ini, dari pihak panitia syawalan tidak mengundang kami untuk berkoordinasi. Itu yang kami sesalkan,” ungkapnya.
Untuk itu pihaknya meminta kepada pihak terkait, lebih selektif dalam penataan area syawalan. Supaya bahu jalan dipergunakan seperti syawalan sebelumnya, yaitu untuk gerbang masuk dan pedagang kecil.
“Kami meminta kepada pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan, untuk menata area syawalan, supaya bahu jalan tidak digunakan untuk arena permainan,” tandas Erwin.(HS)

