Muncul Klaster Pasar Tradisional, Sekda Kendal: Perlu Adanya Pengetatan Protokol Kesehatan

Sekda Kendal, Moh Toha.

 

HALO KENDAL – Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kendal makin memprihatinkan. Tarekhir muncul klaster baru di Pasar Boja dan Puskesmas Weleri.

Menanggapi peningkatan penyebaran Covid-19 pada awal bulan Oktober di Kabupaten Kendal ini, Sekda Kendal, Moh Toha menegaskan, klaster kesehatan, terutama puskesmas, pasar tradisional, dan pondok pesantren harus mendapat perhatian khusus supaya tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat di wilayah Kendal ini, untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Hal ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Toha, Rabu (14/10/2020).

Apalagi, menyusul ditemukannya klaster baru, yakni di Pasar Boja dengan 6 pedagang yang terkonfirmasi dan sebanyak 12 pegawai Puskesmas Weleri 1 juga terkonfirmasi Covid-19.

“Protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan, tidak hanya memakai masker, tetapi cuci tangan dan menjaga jarak juga harus dilakukan,” terangnya, usai acara serah terima Program Hibah Sepeda Listrik di Kantor Dishub Kendal.

Terkait klaster di Ponpes, menurut Moh Toha hal itu juga sudah dibahas di dalam rapat koordinasi penanganan pandemi.

Langkah yang akan diambil yakni perlu adanya revisi peraturan terhadap kegiatan di pondok pesantren, supaya benar-benar aman dari penyebaran virus corona.

“Perlu mengubah tradisi yang biasa dilakukan, seperti santri tidak perlu cium tangan kepada guru ketika bersalaman,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Toha, pengaturan tempat tidur supaya tidak berjubel, tempat mandi diupayakan memakai kran, termasuk jarak saat kegiatan belajar mengajar.

“Sudah ada tiga pondok pesantren yang jadi klaster penyebaran virus corona. Maka perlu ada revisi aturan atau pengetatan kegiatan di ponpes yang berpotensi menjadi penyebaran wabah Covid-19 ini,” pungkasnya.(HS-01)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.