HALO KENDAL – Meski beberapa titik api dan kepulan asap tebal masih menyelimuti hamparan sampah di kawasan TPA Darupono Baru, Kabupaten Kendal, namun para pengumpul barang bekas masih tetap beraktivitas seperti biasa, Jumat (29/9/2023).
Padahal hamparan tumpukan sampah yang nyaris semua terbakar makin dekat dengan lapak-lapak tempat barang-barang bekas yang mereka kumpulkan.
Terpantau, api yang tadinya membakar bagian bawah tumpukan sampah dan membuat lapak-lapak habis terbakar, kini mulai merambat di bagian atas. Kondisi api memang tidak terlihat besar, namun kepulan asap masih terlihat merata di hamparan tumpukan sampah.
Pemadaman oleh petugas Damkar yang terus dilakukan tiap hari, belum dapat menuntaskan titik-titik api menyala. Sehingga harus melibatkan helikopter dari BNPB yang mulai melakukan penyiraman air dari udara pada Rabu (27/9/2023) lalu.
Ditambah teriknya matahari yang ekstrem, menjadikan bara api yang sudah masuk ke dalam gunungan sampah sulit dipadamkan.
Salah seorang pengumpul barang-barang bekas Saimah mengaku, sebenarnya ada rasa takut dengan kebakaran yang makin meluas. Belum lagi, kepulan asap sangat mengganggu, apalagi jika hembusan angin mengarah ke lapak-lapak barang bekas.
“Ya sambil memilah-milah barang bekas yang sudah dikumpulkan dari sampah, saya tetap waspada dengan kondisi yang rawan terbakar. Meski asap-asapnya mengganggu. Tapi mau gimana lagi,” ungkapnya.
Apalagi tumpukan sampah yang terbakar hanya berjarak beberapa meter dengan deretan lapak tempat barang-barang bekas. Namun karena tuntutan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan hidup, para pengepul sampah tetap beraktivitas seperti biasa.
Seperti diungkapkan pengumpul barang-barang bekas lainnya, Sukardi. Dirinya mengaku harus meluangkan waktu hingga malam untuk menjaga lapaknya dari kebakaran.
“Sebenarnya ya takut, tapi terus terang karena tuntutan ekonomi, jadi mau tidak mau ya harus tetap kerja mengumpulkan barang bekas di TPA Darupono ini,” ujarnya.(HS)