HALO KENDAL – Mendapat laporan adanya dugaan pengusiran oleh oknum pengatur lapak kepada pedagang yang berjualan di area Pekan Raya Kendal (PRK), Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki langsung menegur salah satu petugas pengatur lapak PRK.
“Itu jangan sembarangan ngusir-ngusir pedagang ya. Kasihan itu pedagang kecil, mereka mau cari rejeki di sini. Semua itu bisa dirembug dengan baik-baik. Jangan diulangi ya,” tandas Wabup Kendal usai membuka Pekan Raya Kendal 2024, Selasa (23/7/2024).
Kemudian oknum tersebut menjawab, “tidak kok bapak”, sambil menundukkan kepala.
Dari beberapa sumber, dugaan pengusiran terjadi saat ada pedagang mainan anak yang bermaksud masuk di area pameran PRK di dalam Stadion Utama Kebondalem, tempat digelarnya acara. Namun tidak diperbolehkan petugas.
Sebelumnya, Wabup Kendal usai membuka PRK 2024 juga sempat berbincang dengan salah satu pedagang kecil yang berjualan di area PRK.
Menurut pedagang tersebut dirinya dimintai membayar Rp 1.500.000 untuk satu lapak selama berjualan pada pelaksanaan PRK. Namun saat ditanya Wabup membayar kepada siapa, pedagang tersebut bilang kuitansi tanda terima ketinggalan di rumah.
“Kalau pembayarannya nggak jelas, atau kepada seseorang jangan mau nggih pak. Jadi harus jelas nggih pak,” pesannya.
Menurut Wabup, Pekan Raya Kendal merupakan acara tahunan, pestanya masyarakat Kendal yang menarik perhatian banyak pedagang dan pengunjung. Sehingga dirinya berharap insiden serupa tidak terjadi lagi.
Sebelumnya, dua oknum pengatur lapak yang diduga melakukan pengusiran terhadap pedagang juga terlibat adu mulut dengan sejumlah wartawan Kendal yang bermaksud membela pedagang.
Bahkan salah satu oknum sempat bersitegang dengan Agus Umar selaku Ketua PWI Kendal.
“Saya merasa kasihan dengan pedagang yang diusir tadi. Padahal mereka kan warga Kendal yang ingin mencari rejeki di acara PRK, lha dia (oknum pengatur lapak-red) kok malah ngegas,” kata Umar dengan kesal.(HS)