in

Menanti Tuah Escobar

Foto dokumen pribadi Instagram @silvioescobar_21

 

HALO SEMARANG – PSIS bakal menghadapi Perseru Badak Lampung dalam laga tunda pekan keempat Liga 1 2019, di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Rabu (26/6/2019).

Hari Nur Yulianto dkk diharapkan mampu mendulang poin dalam laga itu untuk mengurangi minus target poin kandang PSIS pada dua laga awal kompetisi tahun ini.
Satu pemain yang diharap memiliki motivasi lebih dan ditunggu ketajamannya guna membantu Tim Mahesa Jenar untuk mengambil poin di Lampung adalah Silvio Escobar.

Ya pemain ini dalam beberapa kali kesempatan menjadi starter memang belum menunjukkan instingnya sebagai pencetak gol andal.

Namun jika dirunut ke belakang, meski belum mencetak gol, pemain yang sedang mengurus proses naturalisasi sebagai warga negara Indonesia ini, dari laga demi laga menunjukkan perkembangan permainan positif.

Semangat bertandingnya bagus, hanya saja banyak kalangan yang menilai dia belum padu dengan pemain lain di tim PSIS.

Escobar pun sepertinya paham betul, banyak fans PSIS yang menanti gol dari darinya untuk membantu PSIS meraih poin demi poin di tiap laga.

Dalam akun Instagramnya @silvioescobar_21, pemain asal Paruguay itu menuliskan kata-kata motivasi untuk dirinya sendiri. “Akan selalu ada seseorang yang ingin melihat kita jatuh, tetapi kita akan menunjukkan kepada mereka bahwa kita sangat kuat sehingga pada akhirnya mereka akan melihat kita menang. Yoh iso yoh,” tulisnya.

Kutipan motivasi yang dia tuliskan di akun Instagram pribadinya ini tak lepas dari reaksi Escobar yang tak nyaman saat ditarik keluar di akhir babak pertama dalam duel melawan Bali United dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (22/6/2019) lalu.

Penyerang asal Paraguay itu digantikan gelandang Shohei Matsunaga. Escobar menunjukkan respon kekecewaannya dan sempat ditenangkan oleh staf PSIS.
Pada babak kedua, mantan pemain Perseru Serui itu tak berada di bench pemain, melainkan terlihat duduk di bangku penonton.

Manajer PSIS, Setyo Agung Nugroho mengatakan, tidak ada perselisihan antara tim pelatih dengan Escobar. Menurutnya, pelatih Jafri Sastra memiliki kewenangan dalam mengatur taktik dan strategi. Sementara sang striker masih ingin memberikan kontribusi untuk tim.

“Hal semacam ini biasa terjadi dalam pertandingan sepak bola. Hanya luapan kekecewaan saja. Pelatih jelas punya wewenang penuh soal pergantian pemain. Saat itu Escobar ingin menunjukkan sesuatu lagi dan hanya belum sampai waktunya,” ungkap Setyo Agung Nugroho.

Setyo Agung Nugroho pun berharap Escobar memiliki motivasi lebih saat timnya dijamu Perseru Badak Lampung FC.

Apalagi pasca laga kontra Bali United, Agung berharap masalah finishing touch PSIS Semarang bisa lebih baik saat menghadapi Perseru Badak Lampung dan misi mengejar poin bisa terpenuhi.

Terpisah, pelatih PSIS, Jafri Sastra menuturkan, keputusannya menggantikan Escobar dengan Shohei Matsunaga adalah bagian dari strategi.
“Semuanya merupakan bagian dari rencana, taktik, dan strategi kami. Bisa dialami juga oleh pemain lainnya, tidak hanya Escobar,” ungkap Jafri Sastra.(HS)

Genjot Kunjungan Wisata, Pemkot Semarang Gelar Berbagai Event Sport Tourism

Ingin Tahu Sejarah Nama Kalibanteng? Ini Kata Sejarawan