in

Menag Sebut Struktur Bangunan 80 Pesantren Perlu Perhatian Khusus

Menag Nasaruddin Umar (berpeci). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Tim Kementerian Agama dan Kementerian PU menemukan setidaknya terdapat 80 struktur bangunan pesantren, yang membutuhkan perhatian khusus.

Temuan ini didapat setelah tim melakukan survei, pasca musibah robohnya bangunan mushala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025) silam. Akibat peristiwa itu 61 orang meninggal ratusan lainnya luka-luka.

Selain peristiwa itu, ada pula peristiwa ambruknya asrama putri di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Akibat peristiwa itu, satu santriwati berusia 12 tahun meninggal dunia dan belasan lainnya terluka.

Menteri Agama Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah strategis agar peristiwa bangunan rubuh di pesantren tidak terulang.

Menurutnya, tim Kementerian Agama telah melakukan survei dan menemukan ada sekitar 80 pesantren yang membutuhkan perhatian terkait struktur bangunan.

“Kami sudah melakukan survei. Kita temukan ada sekitar 80 pesantren yang berpotensi untuk kita berikan perhatian khusus karena melihat struktur dan kondisi bangunanya,” terang Menag, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, setibanya dari kunjungan kerja ke Roma dan Vatikan, Kamis (30/10/2025).

Menag menilai saat ini menjadi waktu yang sangat tepat, untuk melakukan evaluasi agar musibah di bangunan ambruk di pesantren tidak terulang lagi.

Kementarian Agama sudah menyusun peraturan khusus tentang persyaratan pendirian dan pembukaan pondok pesantren dengan kriteria yang sangat rinci dan detail.

“Bukan untuk membatasi, tapi kita memberikan persyaratan yang sangat diperlukan untuk terciptanya keselamatan dan keamanan di lingkungan pesantren,” tegasnya.

Terkait atap satu ruang asrama putri yang ambruk di Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani Situbondo, Menag mengatakan bahwa tim Kementerian Agama sudah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan seklaigus memberikan arahan.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menegaskan bahwa pihaknya sudah menugaskan Direktur Pesantren Basnang Said, untuk berkunjung ke Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani, sekaligus memberikan bantuan Rp200 juta.

“Kami sampaikan duka cita atas peristiwa ini. Insya Allah Kemenag akan beri bantuan Rp200 juta dan itu akan diantar langsung oleh Direktur Pesantren,” sebutnya. (HS-08)

Ditjen Bimas Kristen Salurkan Rp1,6 Miiar Bantuan untuk SPKKN

Ratusan WNI Jadi Korban Online Scam di Kamboja, DPR Desak Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Pekerja Migran