HALO KEBUMEN – Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, masih melarang para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di Alun-alun Pancasila, walaupun Lebaran nanti kemungkinan akan makin banyak dikunjungi pemudik.
Hal itu disampaikan Bupati Kebumen, Arif Sugiyantodi Pendopo Kabumian, baru-baru ini.
Bupati menyatakan, saat ini Alun-alun Pancasila harus steril dari PKL, karena ruang publik itu masih dalam proses pembangunan.
“Kenapa tidak boleh, karena ini masih dalam proses pembangunan, masih dalam proses perawatan. Sehingga dikhawatirkan jika dipenuhi PKL di area Alun-alun akan menghambat proses pembangunan,” kata Bupati, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Menurut Bupati, yang bisa berjualan di Alun-alun saat ini adalah pedagang asongan, seperti penjual air minum yang dipanggul, dan juga pedagang kitiran.
Mereka hanya dapat berjualan dengan cara dipanggul berkeliling, dan tidak boleh buka lapak.
“Jadi yang kita izinkan hanya pedagang asongan,” ucapnya.
Selain itu, Bupati juga telah memberikan izin penggunaan Alun-alun untuk Shalat Idulfitri 1445 H, yang akan diselenggarakan oleh PD Muhammadiyah. Adapun untuk kegiatan sosial kemasyarakatan lain, untuk saat ini belum diizinkan.
Bupati meminta agarKepada Satpol PP rutin melakukan patroli di kawasan kota dan alun-alun.
Hal ini untuk memastikan kawasan alun-alun steril dari PKL. Jika ada PKL yang melanggar, Ia meminta agar diselesaikan dengan cara persuasif.
“Kepada Satpol PP, saya minta untuk selalu mengedepankan pendekatan persuasif. Sampaikan saja, kalau Alun-alun masih dalam proses pembangunan. Semua PKL Alun-alun nantinya akan kita tempatkan di Kapal Mendoan,” ucapnya.
Adapun Kapal Mendoan, tutur Bupati, sampai saat ini belum bisa ditempati, karena harus menyelesaikan pembangunan di sisi utara. Ditargetkan tahun ini dapat diselesaikan semua. (HS-08)