HALO SPORT – Koji Watanabe, Presiden Honda Racing Corporation (HRC), ternyata masih ingin mempertahankan Marc Marquez.
Marquez dirumorkan bakal hengkang setelah performa motor Honda yang tak kompetitif.
Meski ingin mempertahankan Marquez, Watanabe menegaskan keputusan akhir tetap ada pada juara dunia delapan kali itu.
’’Jika dia memutuskan untuk pergi, kami tak akan mencegahnya,’’ tutur Watanabe seperti dilansir Motorsport.
Koji bukan orang pertama di jajaran petinggi Honda yang mempersilakan Marc hengkang.
Komentar senada juga pernah dilontarkan Manajer Tim Repsol Honda Alberto Puig.
Menurut Watanabe, sikap Honda sebenarnya bukan membiarkan Si Semut dari Cervera itu hengkang.
Pria asal Jepang ini menambahkan pihaknya memiliki martabat tinggi untuk dijaga.
Tak akan pernah Honda ’’mengemis’’ pada pembalap agar menetap di timnya.
Honda menunjukkannya dengan tindakan yang nyata, yakni berupaya untuk membuat RC213V kembali menjadi motor juara.
’’Saya pikir kami harus menunjukkan kepadanya sesuatu dengan jelas agar dia tetap bertahan,’’ jelas Watanabe.
Dia berharap bisa memanfaatkan pengembangan dari proyek HRC di dunia balap mobil untuk memulihkan prestasi tim di MotoGP.
HRC semula hanya mengurusi aktivitas balap Honda di dunia roda dua.
Namun, sejak April 2022, divisi balap mobil Honda juga bergabung dengan HRC.
Salah satu aspek yang bisa dipelajari adalah tentang aerodinamika yang perannya mulai penting di MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.
Keengganan Honda mengakui ketertinggalan dari pabrikan-pabrikan Eropa seperti Ducati dalam aerodinamika disebut-sebut menahan diri mereka sendiri untuk keluar dari krisis.
’’Kami harus meningkatkan sasis, aerodinamika dan mesin. Kami ingin melakukan ini sambil menggabungkan teknologi roda empat. Kami ingin mengejar level kompetitor kami secepatnya,’’ tutur Koji.
Tes tengah musim MotoGP di Sirkuit Misano, Italia, 11 September mendatang, bakal menentukan langkah Marquez selanjutnya.
Honda akan membawa versi awal dari motor RC213V 2024 untuk dijajal Marc dan kolega. (HS-06)