HALO SEMARANG – Sejumlah warga RT 2 dan RT 11 RW 9 Kelurahan Pelebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang menggelar aksi untuk menuntut perbaikan penanganan limbah pada sebuah resto Kampung Kecil yang berlokasi di Jalan Soekarno – Hatta Semarang pada Jumat (1/9/2023). Saat melakukan aksi tersebut, nampak warga juga mendatangi resto dengan membawa sejumlah poster dan bahkan memasang sebuah spanduk berisi penolakan operasional resto tersebut, karena dinilai mengganggu warga sekitar.
Salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut, Sukardi mengatakan, sejak awal resto dibuka memang warga telah mengeluhkan limbah yang dihasilkan oleh resto tersebut. Limbah tersebut berupa bau tidak sedap dari selokan resto serta cerobong asap yang mengganggu warga yang bermukim berada di belakang resto.
Aksi ini, kata Sukardi, adalah upaya warga yang kedua kalinya mendatangi pengelola setelah dilakukan yang pertama pada bulan Mei lalu. Dalam aksi pertama, pihak resto telah berjanji akan memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), namun hingga saat ini belum terbukti dilakukan. Hingga saat ini pembuangan air limbah masih saja mengganggu warga.
“Dulu katanya limbah akan dikelola dengan membuat IPAL tapi saat ini kebocoran demi kebocoran terus saja mengalir ke saluran warga. Keluhan warga adalah tentang bau saluran dan yang kedua tentang cerobong asap yang ada 4 unit terus udaranya masuk ke kampung warga,” ujarnya.
Selanjutnya, warga yang didampingi aparat kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup serta Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo akhirnya menemui pihak pengelola resto.
Dari pertemuan ini disepakati pihak resto dan perwakilan warga, operasional resto akan ditutup sementara selama beberapa hari kedepan untuk memperbaiki IPAL.
“Pihak resto mau memperbaiki semua itu dan dengan catatan selama dalam perbaikan resto sementara ditutup. Jadi tadi kesepakatan bersama, resto akan ditutup mulai tanggal 1 September sampai tanggal 8 September untuk memperbaiki,” papar Sukardi.
Sementara itu, Rahmulyo Adi Wibowo yang ikut memantau aksi tersebut mengatakan, usai pertemuan antara warga dengan pengelola resto yang menghasilkan kesepakatan tersebut, resto mematuhi kesepakatan dengan menutup restonya dan mulai melakukan perbaikan IPAL.
“Hasil pantauan saya setelah kesepakatan tadi, resto masih tutup sesuai dengan kesepakatan dengan warga,” terang Rahmulyo.
Ia berharap, pihak resto benar-benar mematuhi kesepakatan dengan warga dan tidak ada lagi warga yang dirugikan. Selain itu, dengan adanya IPAL yang memadai maka lingkungan sekitar juga terjaga dengan baik.
“Kalau pembuangan limbahnya dikelola dengan baik kan warga tidak dirugikan dengan polusi dari bau limbah dan juga lingkungan juga terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Sementara, pihak pengelola sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu.(HS)