HALO KENDAL – Sebagai Sekolah Pusat Keunggulan Nasional, Yayasan Bina Utama Kendal membuka kesempatan kepada masyarakat Kendal dan sekitarnya untuk bergabung menjadi guru kelas khusus industri Jepang.
Menurut Ketua Yayasan Bina Utama Kendal, Rebo, pihaknya membutuhkan guru kelas khusus industri Jepang yang handal, dengan ketentuan tahapan seleksi.
“Untuk persyaratan umum, yaitu sehat baik jasmani maupun rohani, laki-laki maupun perempuan, pendidikan minimal DIII atau S1 Bahasa Jepang, usianya antara 25 sampai 40 tahun. Kemudian mempunyai pengalaman budaya kerja dan budaya industri Jepang, juga diutamakan yang pernah bekerja dengan perusahaan Jepang, serta disiplinnya tinggi,” bebernya, Senin (3/7/2023).
Rebo menjelaskan, untuk pendaftaran mulai 3 – 7 Juli 2023, dengan membawa surat lamaran bermaterai Rp 10 ribu yang ditujukan kepada Ketua Yayasan Bina Utama Kendal.
“Melampirkan foto kopi ijasah terakhir dan foro kopi transkrip nilai, foto kopi KTP dan KK, pas foto 4 x 6 berwarna dua lembar, surat keterangan catatan kepolisian atau SKCK dan bersedia menandatangani kontrak,” jelasnya.
“Bagi pelamar yang memenuhi syarat administrasi, selanjutnya mengikuti tes tertulis dan praktik pada Senin (10/7/2023), kemudian tes wawancara pada Selasa (11/7/2023). Untuk pengumuman hasil tes, Sabtu (15/7/2023),” imbuh Rebo.
Sementara itu, Kepala SMK Bina Utama Kendal Hariyadi menambahkan, program magang di Jepang telah dimulai sejak tahun 2018 tersebut memberikan banyak manfaat, khususnya bagi warga Kendal dan Jawa Tengah.
Menurutnya, program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatakan mutu sumber daya manusia, terutama generasi muda. Selain itu, untuk mempersiapkan kompetensi kerja di Jepang ini diharapkan dapat membekali para siswa agar siap masuk ke dunia kerja. Khususnya pengalaman di industri-industri terbaik di luar negeri.
’’Kami berharap dengan berbekal pengalaman dan etos kerja yang telah dibangun selama pemagangan di Jepang nanti, semoga para peserta dapat mengimplementasikan di Negara kita,’’ ungkap Hariyadi.
Dikatakan, beberapa peserta magang ketika pulang ke daerah asal, mereka akan membuka usaha sendiri dan menerapkan pengalaman kerja dan modal untuk membuka usaha. Namun, tidak sedikit yang tetap tinggal di Jepang untuk melanjutkan karirnya.
“Rata-rata yang mereka punya pengalaman luar yang banyak sekali. Itulah cara kami mendorong anak-anak kita agar dalam usia-usia kerja ini betul-betul mereka bisa mendapatkan kesempatan tersebut,” imbuh Hariyadi. (HS-06)