HALO SEMARANG – Anggota Badan Anggaran DPR RI, Ratna Juwita Sari, menilai target Presiden Prabowo agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi nol persen, selambat-lambatnya di 2028 sebagai sesuatu yang ambisius.
Menurut dia, hal itu butuh komitmen serius oleh pemerintah. Namun demikian dia juga mengapresiasi keberanian pemerintah tersebut.
Target ambisius ini dinilai sebagai bentuk komitmen serius dalam memaksimalkan kinerja Danantara sebagai superholding dan mewujudkan kesejahteraan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kalau kami sebagai wakil rakyat, tentu menganggap hal ini sebagai komitmen kerja yang sangat serius, membuktikan betapa beliau benar-benar ingin mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Ratna baru-baru ini seperti dirilis dpr.go.id, pada Minggu (17/8/2025).
Selama ini, APBN Indonesia selalu mengalami defisit, meskipun masih tetap sesuai mandat undang-undang yang nilainya harus dijaga di bawah tiga persen dari GDP.
Pernyataan terbuka soal target nol persen defisit ni bahkan belum pernah dibahas di Badan Anggaran DPR, sehingga membuat sejumlah legislator terkejut. Namun, kejutan tersebut dinilai positif.
“Artinya, suatu hari Indonesia harus bisa menjadi negara hebat, negara mandiri, negara yang mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutn Politisi Fraksi PKB ini.
Anggota Komisi XII DPR RI ini pun berharap, DPR RI dapat memberikan dukungan penuh melalui kerja keras dan kolaborasi efektif dengan pemerintah demi merealisasikan target tersebut.
Sebelumnya, dalam pembacaan Nota Anggaran 2026, Presiden Prabowo menyinggung soal cita-cita tidak ada defisit anggaran lagi maksimal di 2028. Untuk itu Prabowo menegaskan pihaknya tetap akan melakukan efisiensi anggaran.
Awalnya Prabowo mengungkap rancangan APBN 2026, sebagai berikut alokasi belanja negara sebesar Rp 3.786,5 triliun, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.147,7 triliun, defisit APBN dirancang Rp 638,8 triliun atau 2,48% PDB, ditopang pembiayaan yang prudent, inovatif dan sustainable.
Selanjutnya Prabowo berjanji akan terus melakukan efisiensi agar defisit anggaran dapat ditekan sekecil mungkin.
“Pemerintah yang saya pimpin, berjanji di hadapan majelis ini, kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita akan tekankan sekecil mungkin,” kata Prabowo, saat menyampaikan pidato dalam rangka menyampaikan RUU APBN 2026 dan nota keuangan di kompleks Parlemen, Jumat (15/8/2025). (HS-08)