HALO BLORA – Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora yang dipimpin H Sunoto, baru-baru ini bersilaturahmi dengan Bupati Blora, Arief Rohman, di rumah dinas Bupati Blora.
“Selain bersilaturahmi juga untuk melaporkan hasil rapat konsolidasi APTRI, salah satunya adalah kesiapan aksi damai ke PG PT GMM Bulog, yang direncanakan Kamis 12 Februari 2026,” kata Sunoto, yang juga mantan Kepala Desa Ngampon Kecamatan Jepon, dua periode itu.
Di hadapan Bupati Blora Arief Rohman, dia menginformasikan bahwa APTRI juga telah membuat tim pencari fakta untuk mendata luas areal tebu yang belum tertebang giling tebu 2025 dan nilai kerugian para petani tebu akibat giling tebu 2025 diberhentikan secara sepihak oleh pihak managemen PT GMM Bulog dengan alasan terjadi kerusakan berat dua boiler.
Berdasarkan laporan sementara, luas areal tebu giling 2025 yang belum tertebang sampai saat ini seluas 300 Ha, dengan kerugian petani ditaksir sebesar Rp15 miliar.
Bupati Blora Arief Rohman merespon secara positif terhadap kiprah dan langkah yang telah dilaksanakan dan upaya pengurus APTRI untuk memperjuangkan nasib hingga ke Pemerintah Pusat. (HS-08)


