HALO SEMARANG – Tim Repsol Honda masih berusaha untuk meyakinkan Marc Marquez agar terus bertahan dan tidak hijrah ke Ducati.
Mengembalikan kepercayaan Marquez terhadap proyek balapan mereka memang bukan pekerjaan yang mudah bagi Honda.
Terbiasa menang setelah delapan gelar juara dunia yang diraih membuat The Baby Alien sulit menerima progres pelan timnya dalam mengatasi krisis performa.
Isu transfer pembalap berkebangsaan Spanyol ini ke Gresini Racing menjadi tamparan keras bagi Honda karena Marquez rela menukar status mewah sebagai rider tim pabrikan menjadi pembalap tim satelit dan dengan motor lama.
Tuntutan Si Semut dari Cervera ini bukan semata-mata soal kuda besi yang lebih kencang, melainkan juga perubahan budaya kerja.
Honda sudah tahu salah satu syarat Marquez untuk bertahan adalah dengan merekrut insinyur baru, terutama dari Eropa.
Selepas mendapatkan lampu hijau dari petinggi Honda, manajer tim Alberto Puig mulai aktif bermanuver.
Di samping membidik General Manager Ducati Gigi Dall’Igna, kubu Honda juga mengincar Davide Brivio, mantan bos tim Suzuki.
Brivio (59) memang bukan seorang insinyur, tetapi punya rekam jejak bagus dalam menyatukan kultur Eropa dan Jepang seperti saat menangani Suzuki.
Sukses Suzuki menjuarai MotoGP 2020 dengan tim yang relatif kecil dan sangat solid disebut-sebut tidak terlepas dari peran Davide.
Rencana Honda adalah memberi Brivio posisi manajemen untuk sumber daya manusia sehingga membantu peran Puig sebagai manajer tim.
Sebelumnya, Honda merekrut Ken Kawauchi sebagai direktur teknik dari Suzuki pada awal musim ini.
Brivio juga pernah menjadi manajer tim di Yamaha dan menjadi dalang transfer bersejarah Valentino Rossi dari Honda ke pabrikan Garpu Tala.
Terlepas dari sejarah di masa lalu, peluang Honda untuk merekrut Brivio memang terbuka. (HS-06)