Peristiwa hanyutnya korban bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Kudus termasuk Desa Karangbener dan sekitarnya sejak Minggu siang. Debit air di selokan desa meningkat drastis hingga meluap dan arusnya menjadi sangat deras.
Saat kejadian, korban bersama dua saudaranya. Diduga yang saat itu berada di sekitar selokan tidak sempat menyelamatkan diri saat arus air tiba-tiba membesar, sehingga terseret dan hanyut mengikuti aliran air menuju sungai.
Dua saudara korban berhasil selamat, sementara korban hanyut dan hilang ditelan arus air. Mengetahui kejadian tersebut, warga dan aparat pun langsung melakukan pencarian.
Anggota DPRD Kudus yang juga warga setempat, Sandung Hidayat, mengatakan, upaya pencarian terhadap korban sudah dilakukan sejak Minggu siang (11/1) hingga malam hari.
Namun, pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem, hujan deras yang masih turun, serta kondisi gelap yang membahayakan tim pencari.
“Pencarian sudah dilakukan sejak kemarin, tetapi karena hujan masih cukup deras, arus air tinggi, dan hari sudah gelap, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi ini,” ujar Sandung, Senin (12/11/2026).
Pada pencarian lanjutan, tim gabungan menyisir sepanjang aliran sungai yang melintas di wilayah Kecamatan Bae. Setelah beberapa jam penyisiran, korban akhirnya ditemukan tersangkut di semak belukar di tepi aliran sungai.
“Korban ditemukan belakang SMP 4 Bae sekira satu kilometer dari titik awal hanyut, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tim mengevakuasi jenazah dan menyerahkan kepada keluarganya,” jelas Sandung. (HS-06)


