in

Kontingen Purbalingga Dapat Dua Penghargaan di Kemah Bakti Kalpataru di Jepara

Kontingen putri yang mewakili Purbalingga dalam Perkemahan Bakti Kalpataru (Pertikalpataru), di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara, baru-baru ini. (Foto : purbalinggakab.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Kontingen Kabupaten Purbalingga meraih prestasi dalam Perkemahan Bakti Kalpataru (Pertikalpataru).

Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah tersebut, berlangsung Selasa-Jumat (11-14/7) di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia bidang lingkungan hidup, untuk Lembaga Kemasyarakatan di Provinsi Jawa Tengah.

Dewan kerja Kwarcab Purbalingga, Nabila Rahayu Eka, mengatakan dalam kegiatan tersebut Kwarcab dan DLH Purbalingga mengirimkan 1 kontingen putri.

Mereka adalah Anisa Novianti dan Sonya Nira Soares (SMAN 2 Purbalingga), Nuha Naila Irsafa, Rahma Yuliana, Latifah Azzahro (SMKN 1 Purbalingga), serta Amelia Nur Saputri (MAN Purbalingga).

“Alhamdulillah kontingen putri Purbalingga berhasil meraih 2 penghargaan, yang pertama Juara II Economi Bussines Plan dengan membuat produk selai dari kulit pisang berkualitas dan mendapatkan predikat apresiasi gelar karya inovatif,” kata dia, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.

Nabila mengatakan kontingen berhasil membuat 10 karya kerajinan kreatif dari sampah plastik.

Dia berharap kegiatan dan prestasi tersebut, dapat semakin meningkatkan rasa cinta lingkungan.

“Dari prestasi yang diraih kontingen putri Purbalingga, mudah-mudahan bisa menciptakan generasi muda tangguh, cinta lingkungan, dan bisa menebar kebaikan khususnya dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup,” kata dia.

Aksi Nyata

Sebelumnya, sebanyak 243 orang anggota Pramuka mengikuti Perkemahan Bakti Satuan Karya Kalpataru (Pertikalpataru) 2023, di Pantai Tirta Samudera, Desa Bandengan, Selasa (11/7/2023).

Ajang yang berlangsung hingga 14 Juli itu, menggembleng penegak dan pandega, untuk ikut andil dalam aksi nyata melestarikan lingkungan.

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Kwarda Jateng, Siti Atikoh Ganjar Pranowo itu berlangsung meriah.

Peserta dari 23 kwarcab, menunjukkan upaya yang mereka telah lakukan untuk menjaga kelestarian alam.

Atikoh Ganjar Pranowo, seperti dirilis jatengprov.go.id, mengatakan keterlibatan Saka Kalpataru dalam pelestarian lingkungan amat penting. Sebab, di tangan mereka, pesan cinta lingkungan bisa tersampaikan kepada generasi muda.

“Harapannya, bisa memberikan edukasi ke teman-teman mereka untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam. Karena climate change sudah luar biasa sekali. Dari hal itu, kita bisa menerapkannya ke diri dan memengaruhi lingkungan sekitar,” ucapnya.

Atikoh mengapresiasi langkah pelestarian yang dilakukan Saka Kalpataru dari berbagai daerah. Seperti pembuatan ecobrick, yang diharap bisa menggantikan bata konvensional.

“Plastik kan susah diurai, dua kilogram plastik bisa diubah ke ecobrick. Dengan itu bisa mengurangi sampah dan membuatnya jadi bermanfaat, semisal jadi paving, itu kuat. Harapannya bisa semakin banyak diproduksi dan dimanfaatkan masyarakat,” urainya.

Adapun, beberapa kegiatan di Pertikalpataru 2023, antara lain Green Economy Business Plan, Climate Debate, Green Campaign Vlog, dan Apresiasi Saka. Selain itu, juga akan ada kegiatan bakti fisik dan nonfisik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng Widi Hartanto mengatakan, pihaknya mendukung upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan Saka Kalpataru. Menurutnya, sudah saatnya generasi muda memunyai andil mengendalikan perubahan iklim.

“Di sini banyak diajarkan beberapa materi, seperti perubahan iklim, pengelolaan sampah dan lingkungan. Generasi muda ini, punya komitmen terhadap kelestarian lingkungan, dan mereka siap berkolaborasi untuk itu,” kata dia. (HS-08)

Optimalkan Taman Gringsing Purbalingga, DLH Turunkan 30 Pekerja Bersihkan 250 Kubik Sedimen

Kemenlu RI Sebut Jateng Jadi Daerah Rawan TPPO selain Sulawesi Utara dan  Sumatera Utara