HALO KENDAL – Perayaan peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra di Desa Karanganyar, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Sabtu (14/2/2026) menjadi momentum penguatan komitmen melestarikan budaya dan bergerak bersama rakyat.
Puncak kemeriahan perayaan HUT ke-18 yang bertema “Kompak, Bergerak, Berdampak”, ditandai dengan penampilan kesenian tradisional dari Paguyuban Singo Rogo Karanganyar (SRK) Plantungan.
Kehadiran seni barongan dan musik tradisional ini bukan tanpa alasan, Partai Gerindra ingin menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya asli Nusantara, khususnya kearifan lokal di Kendal.
Peringatan dihadiri langsung Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kendal sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mifta Reza NP, didampingi Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kendal, yaitu Wakil Ketua DPRD, Teguh Santosa, Ketua Komisi C, Sisca Meritania, dan anggota Rizky Aritonang. Selain itu juga hadir Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Plantungan, Mustofa.
Ketua DPC Gerindra Kendal, Mifta Reza NP mengatakan, perayaan peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra di Desa Karanganyar, merupakan wujud nyata dari konsep pembangunan yang dimulai dari tingkat akar rumput.
Masta sapaan akrabnya menegaskan, semangat gotong royong dan pelestarian budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga.
”Ini merupakan kearifan lokal dan kekayaan bangsa. Sesuai dengan yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo, bagaimana pembangunan bergerak dari desa menuju kota, dari kota menuju provinsi, dan dari provinsi menuju Indonesia yang makmur,” tandasnya.
Masta juga menekankan pentingnya keselarasan antara partai dan masyarakat dalam visi yang sama.
“Mari bergerak bersama-sama seluruh elemen masyarakat, hal ini serupa dengan konsep dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Hidup Indonesia Raya!” serunya menutup sambutan.
Sementara Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania mengungkapkan, selain perayaan formal, HUT kali ini difokuskan pada upaya nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa, supaya tidak luntur ditelan zaman.
”Goal dari acara HUT Gerindra kali ini adalah kami tetap nguri-uri budaya dengan harapan melestarikan budaya Jawa jangan sampai hilang sampai ke anak cucu kita kelak,” ungkapnya di sela-sela acara.
Sisca menambahkan, rangkaian HUT sebelumnya telah diisi dengan aksi nyata seperti bakti sosial kesehatan gratis, pembagian sembako, hingga peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir untuk memberikan solusi cepat bagi masyarakat.
“Sebelumnya peringatan kita gelar di beberapa wilayah, seperti di Purwokerto Brangsong dan Wonosari Patebon dengan melaksanakan bakti sosial pengobatan gratis, pembagian sembako, serta pengecekan lokasi terdampak banjir,” jelasnya.
Sedangkan Ketua PAC Gerindra Plantungan, Mustofa, menyampaikan terima kasih atas antusiasme warga yang hadir. Dirinya juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan momentum HUT ke-18 Partai Gerindra sebagai lecutan semangat untuk terus menebar manfaat.
”Mari bersama-sama, selalu kader Gerindra dan masyarakat untuk terus bergerak positif bagi lingkungan sekitar. Sesuai tema kita: Kompak, Bergerak, Berdampak,” ujarnya.
Acara yang berlangsung hingga malam hari tersebut ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, sebagai wujud mempererat kedekatan antara wakil rakyat dari Partai Gerindra dengan konstituennya di Kecamatan Plantungan.(HS)


