in

Komisi V DPR Tinjau Kesiapan GT Purwomartani, Tol Solo–Yogyakarta Ditargetkan Beroperasi Lebaran Ini

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, saat Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Foto: dpr.go.id)

 

 

HALO SEMARANG – Tol Jogja-Solo ditargetkan beroperasi pada masa angkutan Lebaran 2026.

Ditjen Bina Marga Kementerian PU diminta untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan konstruksi Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Roberth Rouw, belum lama ini.

Dia menegaskan salah satu fokus peninjauan kali ini adalah progres pembangunan ruas Tol Solo–Yogyakarta, khususnya di Pintu Tol atau Gerbang Tol (GT) Purwomartani, di kawasan Cupuwatu, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

GT Purwomartani dirancang sebagai akses utama keluar-masuk Tol Jogja–Solo menuju kawasan Kalasan dan Ring Road Utara Yogyakarta.

Infrastruktur ini ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional pada moment arus mudik dan balik Lebaran 2026.

“Nanti rencananya saat arus mudik tol ini difungsikan satu arah dari Solo ke Yogyakarta, begitupun sebaliknya bila arus balik satu arah dari Yogyakarta ke Solo. Hal ini untuk meminimalisasi kemacetan saat beroperasi fungsional,” ungkap Roberth Rouw, seperti dirilis dpr.go.id.

Sebagaimana diketahui, proyek strategis nasional ini memiliki total panjang lintasan mencapai 96,57 kilometer, dengan nilai investasi sekitar Rp26,6 triliun. Pengelolaan proyek dilakukan oleh PT Jasamarga Jogja-Solo.

Struktur pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi tiga seksi utama yang masing-masing memiliki tingkat kompleksitas medan dan tantangan teknis berbeda, mulai dari kepadatan kawasan perkotaan hingga karakteristik geografis yang rawan bencana.

Komisi V pun meminta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan konstruksi jalan tol tersebut.

“Komisi V DPR RI meminta Ditjen Bina Marga Kementerian PU untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan konstruksi Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo untuk memenuhi standar dan kualitas konstruksi jalan, baik pada tahap perencanaan/desain, pelaksanaan konstruksi, dan pemeliharaan rutin jalan tol termasuk ketahanan konstruksi terhadap banjir dan gempa bumi,” tandas politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut.

Legislator asal Daerah Pemilihan Papua Pegunungan itu menambahkan, Tol Solo–Yogyakarta diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan melalui jalan nasional memakan waktu 1,5 hingga 2 jam, ke depan diperkirakan hanya membutuhkan 30 hingga 50 menit.

“Saya berharap pembangunan Tol Yogyakarta – Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo juga menjadi prioritas untuk segera diselesaikan agar konektivitas ini akan menumbuhkan ekonomi sekitarnya,” kata dia.

Secara bertahap, pembangunan tol sepanjang 96,57 kilometer ini akan menghubungkan Solo, Klaten hingga kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.

Saat ini, sebagian seksi telah beroperasi dan sisanya terus dikebut untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi kawasan. (HS-08)

 

 

KONI Jateng Apresiasi Taekwondo Jateng, Sujarwanto: Manajemen Cabor Ini Patut Jadi Contoh

Evita Nursanty Tegaskan Media Publik Berperan Promosikan Wisata dan UMKM Jateng