in

Ketika Anak Ungkapkan Kasih Sayang Lewat Tradisi Basuh Kaki di Rasa Dharma

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 22 orang tua dari berbagai agama dan etnis beserta anak-anak mereka, Minggu (15/2/2026) mengikuti tradisi Basuh Kaki Orang Tua, yang digelar Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, menjelang imlek 2577 Kongzili, di Gedung Rasa Dharma, di jalan Gang Pinggir, Kawasan Pecinan, Kota Semarang.

Ketua Perkumpulan Boen Hian Thong, Harjanto Halim mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili / 2026 M, sekaligus peringatan 150 tahun perkumpulan Boen Hian Thong.

Adapun tradisi basuh kaki ini merupakan wujud bakti, penghormatan, dan kasih sayang anak pada orang tua mereka.

“Basuh kaki itu wujud bakti anak pada orang tua,” kata dia.

Dia pun kemudian mengungkapkan delapan jalan kebajikan dalam kebudayaan Tionghoa, dan jalan yang utama itu adalah bakti.

Namun demikian, wujud bakti anak pada orang tua mereka itu tak cukup hanya melalui ritual atau tradisi basuh kaki.

Wujud bakti tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah dengan kasih sayang.

Terkait dengan peserta yang sebagian adalah penyandang disabilitas, Harjanto Halim ini adalah wujud kesetaraan.

Selain itu menunjukkan bahwa “bahasa kasih sayang” juga bersifat universal dan dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk anak-anak difabel.

Dia mengimbau agar tradisi ini tak hanya dilakukan saat menjelang Imlek, melainkan juga saat anak-anak berulang tahun.

“Jadi kalau anak ulang tahun, jangan minta hadiah dulu. Basuh kaki dulu sebagai wujud sebagai wujud terima kasih,” kata dia.

Ketua Panitia Perayaan 150 tahun perkumpulan Boen Hian Thong, Agung Kurniawan mengatakan selain tradisi basuh kaki, ada sejumlah agenda yang akan dilaksanakan tahun ini, termasuk di antaranya Buka Puasa Bersama dan ziarah ke Makam Gusdur. (HS-08)

 

 

Monsun Asia Menguat, Waspada Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia