HALO KENDAL – Para nelayan di Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal mengaku kesulitan saat mengemudikan perahu karet dalam lomba dayung perahu karet di Sungai Bodri, sebagai rangkaian HUT ke-78 RI.
Menurut mereka, mengemudikan perahu karet tidak semudah seperti perahu kayu yang tiap hari digunakan untuk bekerja mencari ikan di laut.
Bahkan nampak, perahu karet yang dikemudikan para nelayan, bukannya melaju cepat menuju garis finis, tapi justru berbelok ke arah samping hingga menabrak perahu lawan, dan ada yang hanya berputar-putar saja.
Tentu saja ini malah menjadi suguhan menghibur bagi penonton, dan menjadi keseruan tersendiri dalam lomba.
“Saya baru pertama kali menggunakan perahu karet, ya agak sulit. Kami dan peserta lainnya juga tidak menduga, ternyata mendayung perahu karet tidak semudah mendayung perahu kayu,” ungkap Nur Faizin salah satu peserta, Selasa (29/8/2023).
Meski begitu, dirinya merasa senang dan yang penting baginya bisa ikut meramaikan acara memperingati HUT Kemerdekaan RI di desanya.
“Menang atau kalah tidak menjadi menjadi persoalan yang penting bisa meramaikan ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” imbuh Nur Faizin.
Lomba dayung perahu ini mendapat sambutan besar dari para warga, mulai para nelayan, anak-anak hingga ibu-ibu. Mereka menyaksikan di tepi sungai, sambil membawa payung, karena cuaca cukup panas.
Sementara Kepala Desa Magersari, Muhtidin mengatakan, lomba dayung perahu ini yang kedua kalinya digelar. Sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2018, kemudian berhenti karena pandemi.
Menurutnya, lomba dayung akan dilakukan dengan menggunakan perahu kayu yang biasa digunakan untuk melaut, seperti lomba dayung yang pertama pada tahun 2018 lalu. Namun, karena saat ini kondisi sungainya dangkal, sehingga tidak bisa menggunakan perahu kayu.
“Kemarau sungainya dangkal, jadi pakai perahu karet, yang penting tetap jalan, karena sudah menjadi agenda rutin tiap tahun. Lomba digelar siang hari, karena harus menunggu para nelayan pulang melaut,” terangnya.(HS)