HALO KENDAL – SMK Negeri 6 Kendal bekerja sama dengan kelompok tani Desa Kalibareng Kecamatan Patean, melakukan panen perdana Melon Venus di enam Greenhouse yang telah dibuat para petani dan siswa, Rabu (9/2/2022).
SMK Negeri 6 melaksanakan program SMK Bangun Desa yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menjalankan kebijakan revitalisasi SMK. Program ini bertujuan untuk menciptakan terobosan dan mewujudkan sinergi antara SMK dan pemerintah desa.
Ditjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan, bahwa program SMK Bangun Desa telah dilakukan sejak lima tahun lalu. Dengan adanya program ini potensi dari siswa-siswi SMK dapat dimanfaatkan terutama di bidang SDM.
“Kemendikbud juga sudah bekerja sama dengan Kemendes. Payung hukumnya juga sudah ada. Tentunya beberapa stimulus dari Kemendes terhadap desa, bisa dikembangkan terutama pada potensi desa, maka dari itu SMK hadir di bidang SDM yang diperlukan,” ujarnya.
Sementara Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutan yang dibacakan Camat Patean, Adi Muktianto mengatakan, program yang dilakukan ini adalah untuk mendukung inovasi petani.
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap program kementerian dan inovasi dari SMKN 6, yang bertujuan ikut membantu kesejahteraan petani.
“Pemerintah akan mendukung program yang bisa memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para petani. Hal itu lantaran menjadi salah satu visi dan misi pemerintah,” kata Adi, membacakan sambutan Bupati Kendal.
Sementara terkait hasil panen dan ketersediaan pupuk telah disediakan oleh pihak ketiga, yang sebelumnya turut bekerja sama dengan pihak SMKN 6 Kendal.
Kepala Sekolah SMKN 6 Kendal Sigit Pujiono mengatakan, bibit dan pupuk hingga penjualan sudah disediakan oleh pihak ketiga. Tugas dari siswa bersama petani hanya melakukan penanaman.
“Manfaat yang didapat tentunya pelajar kita bisa langsung praktek dalam merawat dan menanam bibit melon ini. Termasuk menjadi bahan penelitian mereka, dalam mengembangkan inovasi baru,” ujarnya.
“Ke depan, program ini akan diteruskan oleh petani kita dan ini menjadi sinergitas antara petani dengan SMK,” imbuh Sigit.
Kepala SMK 6 itupun menjelaskan, panen ini adalah hasil tanam 10 ribu bibit melon venus.
Menurutnya, melon venus memiliki karakter yang berbeda dan juga harga jual lebih tinggi dari melon biasa.
“Melon venus ini rasanya lebih manis dan tidak berair. Untuk panen yang dilakukan perdana ini, setidaknya memanen kurang lebih mencapai 2-3 hektare lahan,” jelas Sigit.
Sementara Ketua Kelompok Tani, Desa Kalibareng, Slamet Susilo mengatakan, kemitraan dengan SMKN 6 Kendal sejak tahun 2019.
“Tadinya cuma dua orang petani saja, namun lama-kelamaan meningkat menjadi 17 petani. Awalnya budidaya pepaya eksotik, kemudian beralih ke melon venus dan sekarang sedang dipersiapkan budidaya semangka,” ungkapnya
Dalam kemitraan ini, lanjut Susilo, petani yang menyediakan lahan dan tenaga, sedangkan pihak SMKN 6 Kendal sebagai pembimbing, dan pembibitan.
Untuk hasilnya pun tidak susah semua hasil pertanian langsung di tampung di SMKN 6 Kendal dan sudah ada marketnya.
“Sehingga, kami tidak bingung untuk penjualannya. Karena saat ini juga melakukan kerjasama dengan CV Tirta Fretindo, termasuk dalam pengemasan semua ditanggung rekanan,” pungkasnya. (HS-06).