HALO KENDAL – Kementerian Pertanian RI, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Kabupaten Kendal dalam menjaga stabilitas produksi dan harga bawang merah di Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Agung Sunusi beberapa waktu lalu, saat kegiatan Panen Raya Bawang Merah Bersama Petani Bawang Merah di Desa Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.
“Melalui kegiatan panen raya dan bazar ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani akan semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Kendal,” ungkapnya.
Agung Sunusi menjelaskan pada tahun 2024, produksi bawang merah di Jawa Tengah mencapai 607.897 ton dengan luas tanam 53.124 hektare dan luas panen 52.241 hektare.
Kabupaten Kendal menempati peringkat keempat sebagai penghasil bawang merah di Jawa Tengah dengan kontribusi sekitar 25 ribu ton per tahun.
“Artinya, hampir setiap bulan kami berharap ada sekitar 200 hingga 230 hektare yang dipanen. Kendal merupakan kabupaten dengan indeks harga bawang merah yang relatif stabil, sehingga Kendal menjadi barometer bagi kabupaten lain,” jelas Agung Sunusi.
Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura unggulan bawang merah.
Dia juga menyampaikan, bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian salah satunya dapat dilihat dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
Menurut Bupati, peningkatan kemampuan petani dalam membangun jejaring pasar dengan pelaku usaha pertanian lainnya menjadi kunci utama mendorong kesejahteraan petani. dalam
“Melalui peningkatan jaringan pasar produk hortikultura, kami berharap kesejahteraan petani semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Kabupaten Kendal, yaitu Bersama Membangun Kendal Semakin Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan, visi tersebut diwujudkan melalui beberapa misi, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai kompetensi, tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan inklusif, pengembangan infrastruktur desa berbasis lingkungan, serta penciptaan lapangan pekerjaan dan kesempatan usaha yang luas.
“Kabupaten Kendal sendiri merupakan salah satu penghasil bawang merah utama di Jawa Tengah dan telah diakui oleh Kementerian Pertanian sebagai daerah penyangga komoditas bawang merah terbesar kedua setelah Kabupaten Brebes,” jelasnya.
Sentra budidaya bawang merah tersebar di beberapa kecamatan, seperti Ringinarum, Ngampel, Pegandon, Weleri, dan Gemuh, yang menunjukkan potensi besar serta kualitas produk yang kompetitif.
Berdasarkan data pertanaman bawang merah tahun 2024, Kabupaten Kendal memiliki luas tanam mencapai 2.761 hektare, luas panen 2.553 hektare, dengan total produksi 25.166 ton dan produktivitas rata-rata 9,86 ton per hektare.
“Capaian tersebut menempatkan bawang merah Kendal sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di berbagai daerah,” imbuh Bupati.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, lanjutnya, Pemkab Kendal telah melakukan berbagai upaya, di antaranya pendirian Bangsal Bawang Merah serta pembentukan paguyuban petani.
“Dukungan struktural dan teknis dari pemerintah terus diberikan dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan stabilisasi pasokan nasional, meskipun tantangan terkait permodalan dan biaya produksi masih perlu diatasi secara berkelanjutan,” beber Bupati.
Dirinya menegaskan, panen raya ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan adanya kepastian pasar, petani akan semakin termotivasi.
“Mari kita terus berkolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tandas Bupati.(HS)


