in

Kemenag Manfaatkan NAFSA Conference di Amerika untuk Perkuat Internasionalisasi PTKI

NAFSA Conference di Amerika Serikat. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, ikut ambil bagian dalam National Association of Foreign Student Advisers (NAFSA) Conference and Expo di Washington DC, Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan terkait keikutsertaan Indonesia, pihaknya mengirimkan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, bersama tiga kepala subdirekrat, yang menangani kelembagaan, ketenagaan, dan akademik pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Menurut dia, kegiatan ini dinilai strategis untuk memperkuat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), utamanya dalam upaya internasionalisasi institusi.

NAFSA merupakan asosiasi nirlaba para pendidik tingkat dunia terbesar, yang berdedikasi memajukan pendidikan global dan networking pendidikan secara internasional.

Tidak kurang 10.000 anggota dari 3.500 institusi pendidikan yang berasal dari 160 negara tergabung dalam asosiasi tingkat dunia ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan internasionalisasi pendidikan tinggi keagamaan Islam menjadi keniscayaan bagi PTKI dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan stakeholders saat ini.

“Internasionalisasi PTKI saat ini menjadi keharusan. Perlu banyak terobosan yang dilakukan, diantaranya mengirim delegasi Kementerian Agama untuk terlibat aktif dalam forum internasional NAFSA Conference,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id, beberapa waktu lalu.

Muhammad Ali Ramdhani berharap agar delegasi Indonesia ini bisa mengambil praktik baik (best practices) pendidikan dunia, dalam mengembangkan mutu, tata kelola, pengembangan sumber daya dan pengembangan riset.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi, menandaskan bahwa pengiriman delegasi, dimaksudkan untuk membuka ruang kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri.

Selain itu mendapatkan gambaran destinasi Beasiswa Indonesia Bangkit, kerja sama akademik seperti double degree, student mobility, dan collaborative research.

Delegasi bertolak ke Washington DC, pada 29 Mei 2023 dan mereka telah mengikuti konferensi, serta penajaman kerja sama dalam arena expo pendidikan internasional tersebut.

Delegasi juga berkunjung ke berbagai universitas di Amerika Serikat, hingga 9 Juni 2023.

Keikutsetaan dalam konferensi NAFSA Conference juga melibatkan delegasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud).

Dalam paparannya di hadapan perwakilan perguruan tinggi sejumlah negara, Kasubdit Pengembangan Akademik, Abdullah Faqih, yang mewakili delegasi memaparkan program-program peningkatan pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Beberapa program itu, seperti student mobility program sebagai bentuk dari MBKM, perintisan vokasi halal industry, visiting professor dan pelbagai layanan beasiswa degree termasuk dimungkinannya double degree.

“Kita sedang menjajagi kemungkinan kerjasama dengan PT di Amerika untuk implementasi student mobility program dan program vokasi untuk UIN, IAIN, dan STAIN,” katanya.

Abdullah Faqih yang juga Sekretaris Projec Managemen Unit (PMU) Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag, berharap agar keikutsertaan dalam NASFA conference dan pameran internasional pendidikan level dunia ini, akan mendorong PTKIN mengambil bagian mengikuti ajang bergengsi ini untuk mempromosikan PTKIN di kancah dunia. (HS-08).

USM-Unram Jalin Kerja Sama

Sejumlah Kementerian Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila