in

Kemenag Apresiasi Pemda dan FKUB lewat Harmony Award 2025

Kick Off Harmony Award 2025 di Jakarta, Selasa (23/9/2025). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Indonesia, menunjukkan tren positif, naik dari 76,02 pada 2023 menjadi 76,47 pada 2024.

Capaian ini diungkapkan dalam Kick Off Harmony Award bagi Pemerintah Daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

“Watak dasar kita itu memang rukun, watak dasar kita itu harmoni, dan ini secara empiris kita buktikan kita begitu diverse, kita begitu berat, tapi kita berhasil menjaga dan merawat kerukunan ini,” ujar Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, seperti dirilis kemenag.go.id.

Sekjen Kamaruddin menyampaikan bahwa Indonesia mendapat perhatian dunia internasional, atas keberhasilannya merawat harmoni di tengah keberagaman.

Ia mencontohkan, dalam forum BRICS di Brasil, Indonesia kerap diminta berbagi pengalaman dalam menjaga stabilitas sosial dan politik.

“Bagaimana sih Indonesia kok bisa sukses gitu, merawat kerukunannya yang sangat luar biasa, tetapi tingkat stabilitas sosial politiknya juga sangat bagus,” kata dia.

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Warsito, menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama merupakan prioritas nasional ke-8.

Kick Off Harmony Award disebutnya menjadi sarana mengapresiasi pemerintah daerah dan FKUB yang telah berkontribusi dalam memperkuat harmoni sosial.

“Oleh karena itu, kegiatan hari ini tentu yang diinisiasi oleh Pak Pusat Kerukunan Umat Beragama, Kementerian Agama, sesuatu yang sangat baik. Memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, FKUB yang ada di daerah, dan tentunya ini menjadi salah satu pilar untuk mensukseskan pembangunan nasional,” kata Deputi Warsito.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag, Muhammad Adib Abdushomad, menambahkan bahwa apresiasi diberikan melalui Harmony Award bagi pemda, FKUB, dan ormas keagamaan.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk rekognisi terhadap daerah-daerah yang serius mendukung penguatan kerukunan.

“Acara hari ini pada prinsipnya adalah bagian dari apresiasi dan rekognisi kepada pemerintah daerah dan juga forum kerukunan umat beragama yang ada di kabupaten-kota se-Indonesia. Pemda-pemda yang mereka sangat concern terkait penguatan kerukunan, sangat support FKUB, sangat support juga kepada ormas-ormas,” jelas Adib.

Acara ini diisi dengan Sosialisasi Pedoman dan Petunjuk Teknis Harmony Award 2025, untuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemda dan Sosialisasi Pedoman dan Petunjuk Teknis Harmony Award 2025 untuk FKUB provinsi, kabupaten / kota. (HS-08)

Menag Minta Jajarannya Tidak Ambil Putusan saat Emosi

Kasus Keracunan Terjadi Massal, DPR Minta Evaluasi Total Program MBG