HALO SRAGEN – Desa Jabung, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, kini telah keluar dari predikat desa miskin, menyusul telah selesainya wilayah itu mengikuti Program Desa Tuntas Kemiskinan.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, saat memberikan arahan Wisuda Desa Jabung Tuntas Kemiskinan, baru-baru ini di desa itu.
Hadir pula dalam acara itu, Sekda Sragen Tatag Prabawanto beserta para pejabat Pemkab, Muspika Kecamatan Plupuh, perwakilan Bank Jateng Cabang Sragen, PMI Sragen, Baznas Sragen, Lazis MU, Laziz NU, LAZ Jateng dan GNOTA.
Dalam sambutannya Bupati menjelaskan, Desa Jabung juga menjadi percontohoan awal untuk program Desa Tuntas Kemiskinan.
Sebelumnya, beragam upaya dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayah ini.
Upaya tersebut antara lain bantuan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, bantuan usaha, dan bantuan modal usaha.
Bantuan tersebut difokuskan di wilayah tersebut, sehingga hasilnya cepat terlihat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas.
“Sehingga jika sumber daya yang dimiliki diberikan kepada satu tempat, diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di tempat tersebut, seperti di desa Jabung saat ini,” kata dia.
Sesuai data DTKS, keluarga miskin yang diusulkan di desa Jabung sebanyak 637 keluarga.
Namun setelah di-assesmen, terdapat 516 keluarga miskin dan setelah diverifikasi ulang, menjadi 315 keluarga.
Dari pendataan, terdapat sejumlah warga yang tinggal di 57 rumah tak layak huni. Mereka pun kemudian memperoleh bantuan untuk memperbaiki rumah, masing-masing Rp 17,5 juta per rumah. Warga juga diberi bantuan modal usaha.
“Dengan diberikan modal kerja dan sebagainya, harapannya sudah terentaskan dari kemiskinan,” ujarnya.
Pemkab Sragen juga memberikan bantuan pembangunan 48 jamban, bantuan pendidikan untuk 6 siswa, 12 sambungan listrik, usaha ekonomi produkif (UEP) untuk 155 orang sesuai jenis usaha Rp 2 juta, dan sejumlah bantuan lain dengan total anggaran hampir Rp 2 miliar.
Sekda Sragen, Tatag Prabawanto dalam laporannya menerangkan tahun ini Desa Jabung adalah desa percontohan pertama, Program Desa Tuntas Kemiskinan.
Melalui program itu, diharapkan masyarakat menjadi lebih sejahtera, tumbuh semangat gotong royong dan guyub rukun, dan masyarakat berperan di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan angka kemiskinan Kabupaten Sragen di tahun 2021 masih tinggi dibanding angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah yaitu 13,83%.
Sedangkan angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah adalah 11,46%.
Hal inilah yang memacu Pemkab Sragen agar dapat menyejahterakan masyarakat di masing-masing wilayah.
Sehingga diperlukan terobosan penanganan kemiskinan yang lebih efektif, terintegratif yang dimulai dari desa.
“Patut kita syukuri Desa Jabung menjadi Pilot Project yang merupakan project pertama dari Program Bu Bupati. Harapanya program ini dapat diteruskan oleh pemerintah desa.”ungkap Tatag.
Sementara Kepala Desa Jabung, Triyono menyatakan rasa terima kasih kepada Pemkab Sragen, khususnya Bupati Sragen, yang telah memberikan kepercayaan serta menunjuk Desa Jabung menjadi Pilot Project Desa Tuntas Kemiskinan di Kabupaten Sragen.
“Alhamdullilah semua program Desa Tuntas Kemiskinan di Desa Jabung sudah terlaksana,” kata dia.
Namun demikian ada beberapa pembangunan rumah yang belum terselesaikan karena terkendala tukang. Dia berharap pekan depan seluruhnya dapat selesai.
Selain itu sambungan listrik baru pekan depan dapat terealisasi.
“Atas nama Pemerintah Desa Jabung, kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu, khususnya kepada para penyumbang dana, dari Baznas, Bank Jateng, Laziz MU, Lasis NU, GNOTA dan LAZ Jateng, karena telah berkontribusi dalam program Desa Tuntas Kemiskinan,” kata dia.
Dia berharap 315 warga Desa Jabung yang berhasil keluar dari belenggu kemiskinan, ke depan dapat menjadi lebih baik serta lebih mandiri.
Ia menambahkan apabila nantinya masih ada warga yang belum memperoleh RTLH dan layak diberi bantuan dapat diambilkan dari Anggaran Dana Desa. (HS-08)