HALO PATI – Pemkab Pati akan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi, terutama lansia.
Hal itu disampaikan Bupati Pati, Haryanto ketika menghadiri sosialisasi kerja sama Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) dan PMI Pati, di aula markas organisasi kemanusiaan itu, belum lama.
Menurut Haryanto, kerja sama antara PMI dengan AIHSP ini, diharapkan dapat mendorong percepatan pencapaian vaksinasi.
Haryanto mengatakan, para relawan PMI akan terlibat dalam pendataan warga secara door to door, sekaligus mengajak warga untuk bersedia divaksin. Relawan juga akan menjemput warga, untuk diajak ke tempat vaksinasi, dan setelah selesai mengantarkannya pulang.
“Kita datangi door to door, dijemput ke vaksinator, dan dibawa ke tempat-tempat vaksinasi. Nanti kalau kesulitan ya kerja sama dengan pihak desa, babinsa, dan bhabinkamtibmas,” kata Bupati, seperti dirilis patikab.go.id.
Untuk melaksanakan tugas, relawan PMI juga akan dibekali surat tugas yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.
Haryanto menuturkan, selama ini tugas relawan PMI memang sering menangani kebencanaan. Namun pada tahun-tahun ini di wilayah Kabupaten Pati tidak terlalu banyak bencana seperti tahun sebelumnya.
Sehingga anggaran yang terkumpul dari dana bulan PMI lumayan banyak, yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan masyarakat serta untuk menunjang perkembangan PMI.
“Mari bersama-sama mendampingi dan mengawal proses vaksinasi ini. Minimal vaksinasi lansia mencapai 60%, syukur-syukur bisa lebih. Jadi saya mohon kepada relawan, ini tolong dibantu. Nanti ada surat tugasnya, dan ada penghargaan bagi yang menyelesaikan tugasnya dengan baik,” tandasnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, kerja sama AIHSP dengan PMI Kabupaten Pati ini, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, dalam membantu pemerintah, mempercepat pencapaian target vaksinasi.
“Karena kalau kita lihat data yang ada, secara keseluruhan itu memang vaksin sudah 72%. Namun untuk lansia, kalau dipilah-pilah baru 55%. Masih urutan bawah, dan kalau di Jawa Tengah kita masih termasuk rendah,” paparnya. (HS-08)