in

Kebutuhan Besar, Siswa di BLK Semarang Produksi Alat Pelindung Diri untuk Bantu Penanganan Corona

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meninjau pembuatan APD di BLK Semarang, Jumat (27/3/2020).

 

HALO SEMARANG – Para siswa di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, diajari membuat alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pasien corona (covid-19).

Produksi APD ini diharapkan bisa membantu para tenaga medis yang sedang menghadapi tugas penanganan wabah virus corona. Apalagi di tengah wabah corona, kesediaan APD ini sangat dibutuhkan.

Kepala Disnaker Kota Semarang, Sutrisno mengatakan, pembutan APD yang dikerjakan di BLK menggunakan material khusus berbahan polypropylene spunbound. Bahan tersebut sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, sedangkan Disnaker tinggal menjahit bahan tersebut. Seperangkat APD yang diproduksi oleh Disnaker antara lain baju pelindung badan, alas kaki, topi dalam, dan topi luar.

“Kami diberi enam gulung bahan polypropylene spunbound. Kami jahit sejak Selasa lalu,” papar Sutrisno, Jumat (27/3/2020).

Pembuatan APD, kata Sutrisno, dilakukan oleh 20 peserta didik yang mengikuti pelatihan menjahit di BLK Disnaker Kota Semarang. Mereka telah mengikuti masa pelatihan dan sedang menjalani ujian. Penjahitan baju APD ini menjadi ujian akhir bagi para peserta didik. Selain itu, mereka juga dibantu beberapa alumni BLK.

Sejauh ini, mereka telah merampungan empat rol bahan atau sekitar 137 APD. Sisanya, dua rol akan dirampungkan hingga Jumat sore.

“Tinggal dua rol nanti sore bsa selesai. Sehingga, total 6 rol bisa jadi 224 APD,” tambahnya.

Selanjutnya, pihaknya akan menyerahkan APD tersebut kepada Dinkes Kota Semarang untuk selanjutnya dilakukan sterilisasi dan segera didistribusikan ke rumah sakit.

Peserta didik pelatihan menjahit BLK Disnaker Kota Semarang, Vela Atik mengatakan, sudah mengikuti pelatihan menjahit sejak Februari lalu. Saat awal pelatihan, dia belum diajari membuat APD. Kemudian di tengah perjalanan pelatihan, dia mendapatkan materi pembuatan APD. Menurutnya, tingkat kesulitan membuat APD lebih rendah dibanding membuat baju biasa.

“Awal-awal bikin baju biasa kemudian dilatih bikin APD ini,” ucapnya.

Terkait dengan upah, Vela belum tahu apakah mendapatkan upah pembuatan atau tidak. Dia berprinsip di Disnaker ini niat untuk belajar menjahit.

“Kami niatnya belajar. Tata busana kan memang bikin baju, kebetulan ada covid-19. Jadi, kami ujian sekaligus membantu membuat APD ini,” terangnya.

Mendengar kabar tersebut, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo langsung tertarik melihat proses pembuatan itu. Sayang, saat Ganjar tiba di lokasi, para siswa sudah pulang ke rumah masing-masing karena istirahat.

Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah BLK Semarang yang peduli dan mau mendukung pemerintah dalam upaya pemenuhan sarana prasarana penanggulangan corona. Apalagi lanjut dia, APD merupakan bahan yang sulit ditemukan saat ini.

“Ini bagus. Anak-anak yang kursus di BLK ini mendedikasikan dirinya membantu pemerintah dalam upaya penanganan corona. Inovasi dan kreasi seperti ini yang patut kita apresiasi,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, di tengah sulitnya mencari APD, pemerintah tidak boleh hanya diam menunggu. Harus ada kreasi dan inovasi agar bisa tetap survive.

“Gerakan untuk survival semacam inilah yang harus kita dorong terus menerus. Saya terimakasih kepada Pemkot Semarang yang telah memberikan contoh bagus kepada semua daerah,” pungkasnya.(HS)

Siswa BLK Semarang Buat APD, Ganjar: Gerakan Survival Harus Didorong

Kerja Sama dengan Sponsor jadi Problem Klub Ketika Liga 1 Ditunda