in

Keberhasilan KTT AIS Bawa Nama Baik Indonesia di Kancah Internasional

Foto : humas.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan KTT AIS Forum, yang dilaksanakan kali pertama ini, akan berdampak terhadap reputasi pasukan pengamanan, sekaligus reputasi bangsa Indonesia di kancah Internasional.

Penegasan itu disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dalam amanatnya yang dibacakan Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra, dalam apel gelar pasukan pengamanan KTT Archipelagic Island States (AIS) Forum 2023.

Apel tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan personel, materil, maupun sarana prasarana yang akan digunakan dalam kegiatan pengamanan KTT AIS.

Menurut Panglima TNI, apel tersebut juga merupakan wujud komitmen dan keseriusan dalam bidang pengamanan para pimpinan dan kepala negara dari 51 negara-negara pulau dan kepulauan.

“Mari sekali lagi kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu menjalankan tugas pengamanan di event yang penting ini,” kata Panglima TNI, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/10/23), seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Mabes TNI dalam hal ini Kogabpadpam VVIP KTT AIS, mengerahkan 13.290 prajurit TNI yang terdiri atas gabungan tiga matra.

Adapun Polri melibatkan 4.286 personel untuk mengamankan jalannya KTT AIS.

Peserta apel terdiri atas berbagai personel Satuan Tugas, yang meliputi Satgas Intelijen, Satgas Pengamanan Wilayah (Pamwil), Satgas VVIP, Satgas Passus (Pasukan Khusus), Satgasla (Satuan Tugas Laut), Satgasud (Satuan Tugas Udara), Satgas Bandara/Pelabuhan/Instalasi, Satgas Medis, Satgas Komlek (Komunikasi Elektronik), Satgas Pen (Penerangan), Satgas Evakuasi, Satgas VIP, dan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) Korps Musik (Korsik).

Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk pengamanan VVIP, di antaranya yaitu kendaraan jammer, mobil chamber, kendaraan operasi Basarnas, smart hunter Satgasud, j- force passus, jihandak Paspampres, baracuda Polri, kendaraan satwa Paspampres, kendaraan taktis anoa Paspampres, kendaraan air patrol, dump truck, becho louder, Inkas Passus, nubika Paspampres, bushmaster Passus, mobil komob Satgasud, mobil chamber Satgasla, Sea Raider Satgasla, mobil kawal, ambulance medis, Demax Ladder Passus, Mobil BPBD, sepeda motor listrik, mobil listrik, water cannon, LC Armor Passus, D Max Ladder, dan Atav Passus.

Optimistis Sukses

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Fadil Imran mengungkapkan optimistis bahwa penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island State (AIS) Forum 2023 di Bali pada 10-11 Oktober akan berjalan sukses berkat kerjasama yang solid antara TNI dan Polri.

Fadil mengingatkan bahwa ini bukanlah event pertama yang dihadapi oleh Indonesia, tetapi merupakan yang keempat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk G20 di Bali, KTT ASEAN di Labuan Bajo, dan KTT ASEAN di Jakarta. Oleh karena itu, pentingnya kerjasama yang erat antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan acara ini sangat ditekankan.

“Kami berharap kondisi pengamanan akan lebih baik dari sebelumnya, dan TNI serta Polri akan bekerja sama dengan posko-posko pengamanan untuk mengamankan AIS Forum dengan lebih baik,” kata Fadil di Bali, Sabtu (7/10/2023), seperti dirilis humas.polri.go.id.

Fadil menyebut kehadiran AIS Forum 2023 di Bali menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bali, dan Polri telah melakukan persiapan yang ketat untuk memastikan keamanan acara ini. Operasi pengamanan yang diberi nama ‘Tribrata Agung’ melibatkan ribuan personel Polri.

“Ini kebanggan bagi kita,” tegas Fadil.

Total 4.038 personel Polri dikerahkan untuk operasi ini, dengan 1.863 personel berasal dari Mabes Polri dan 2.220 personel lainnya dari Polda Bali. Operasi Tribrata Agung akan berlangsung selama enam hari, mulai dari tanggal 8 hingga 13 Oktober, dan mencakup seluruh wilayah hukum Polda Bali, terutama di lokasi kegiatan KTT AIS Forum 2023.

Operasi ini akan difokuskan pada tindakan preemtif dan preventif, serta didukung oleh penegakan hukum, siber, interpol, dan kehumasan untuk memastikan keamanan acara. Polri akan bertanggung jawab atas pengamanan objek kegiatan dan penginapan para kepala negara peserta, serta para menteri negara-negara yang hadir dan delegasi.

Dalam situasi darurat, Polri juga telah merencanakan rencana kontinjensi dalam Operasi Aman Nusa I, II, dan III. Selain itu, 160 personel dan kendaraan akan dikerahkan untuk pengawalan VVIP oleh Paspampres.

Untuk memantau semua aktivitas pengamanan, Polri akan menggunakan Command Center 91 ITDC Nusa Dua sebagai posko kegiatan pengamanan KTT AIS Forum 2023, yang dilengkapi dengan teknologi canggih untuk memantau pergerakan personel, kendaraan, jalur komunikasi, serta aplikasi internal dan eksternal yang relevan.

KTT AIS 2023, dengan tema ‘Fostering Collaboration, Enabling Innovation for Our Ocean and Our Future,’ akan fokus pada pembangunan ekonomi biru, tantangan perubahan iklim, dan mempererat solidaritas antara negara-negara pulau dan kepulauan. (HS-08)

Ini Dia Side Events KTT AIS Forum 2023 di Bali

Patroli Polres Pekalongan Hadir di Tempat Ibadah dan Objek Wisata