in

Kasus Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan, Kapolda Sumbar : Kapolri Sangat Tersentuh

Pemberian keterangan tentang kasus pembunuhan gadis penjual gorengan di Padang Pariaman. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono menyampaikan pesan ikut berbela sungkawa dari Kapolri Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo, kepada keluarga almarhumah Nia Kurnia Sari (NKS) (18), gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang menjadi korban rudapaksa dan pembunuhan.

Irjen Pol Suharyono menyampaikan, setelah mengetahui bahwa korban sudah menjadi tulang punggung keluarga pada usia muda, Kapolri pun mengungkapkan perasaan terharu.

“Kapolri sampaikan duka mendalam dan juga berikan titah agar memperhatikan keluarga korban. Ini bentuk hormat kami kepada korban yang telah jadi pejuang keluarga,” kata Kapolda, Jumat (20/9/24), seperti dirilis mediahub.polri.go.id.

Menurut Kapolda, sosok korban memang menjadi teladan bagi generasi terkini, di mana dia tidak pernah minder untuk bekerja dan berusaha membantu perekonomian keluarganya.

“Kapolri sangat tersentuh dengan perjuangan korban. Yang membuat menyayat hati, gadis seumuran korban itu sangat langka ditemukan, korban tidak pernah minder dan pejuang ekonomi keluarga,” ujar Kapolda.

Di sisi lain, Kapolda menyatakan bahwa berdasarkan arahan Kapolri, bantuan apabila ada adik korban yang akan menjadi anggota Korps Bhayangkara akan diberikan. Sebab cita-cita korban menjadi tanggung jawab bersama.

“Siapa tahu adik-adik korban ingin menjadi anggota Polri dan itu tidak tertutup kemungkinan kita carikan solusi. Ini bentuk hormat kita kepada pejuang keluarga,” jelasnya.

Diketahui, penyidik Polres Padang Pariaman berhasil menangkap Indra Septriaman (26) alias Indra Dragon, tersangka pembunuhan gadis penjual gorengan, Nia Kurnia Sari, di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kapolda menjelaskan, sebelum tindak kejahatan itu terjadi, tersangka pelaku bersama teman-temannya duduk di surau.

Hujan mengguyur wilayah tersebut sore itu, ketika korban lewat di depan surau itu.

Melihat korban lewat, pelaku memanggil korban untuk membeli gorengan.

“Setelah itu tersangka berpisah dengan tiga rekannya. Dan saat korban hendak berjalan pulang, tersangka yang hanya berjarak 200 meter terbesit untuk melakukan pemerkosaan,” jelas Kapolda, Jumat (20/9/24).

Korban langsung disekap oleh tersangka dan diikat pada bagian kaki, serta tangannya. Saat itu, korban tidak lagi bergerak dan tak diketahui pingsan atau meninggal dunia.

“Tersangka kemudian melakukan pemerkosaan kepada korban,” ungkapnya.

Atas perbuatan IS, penyidik menjeratmya dengan pasal 338 KUHP Jo pasal 285 KUHP, dan pasal 351 ayat 3 KUHP.

Sementara itu setelah mengetahui keberadaan pelaku, Tim Gagak Hitam pun bergerak cepat melakukan penangkapan di sebuah rumah kosong di kawasan Padang Kabau Nagari Kayu Tanam, Kecamatan Duo Kali Sabaleh Kayu Tanam,  di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, mengatakan saat itu tersangka sudah berupaya kabur, namun gagal karena tempat itu sudah dikepung oleh warga setempat.

“Sempat mau melarikan diri, Alhamdullilah dengan kecepatan anggota dan masyarakat mengepung tertangkap,” ujar Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, beberapa waktu lalu.

Video penangkapannya pun viral di media sosial. Dalam tayangan terlihat massa emosi dan meminta polisi memberikannya kepada warga, untuk dikeroyok ramai-ramai. Namun polisi dengan sigap berhasil menahan amarah massa di lokasi.

Sementara itu keberhasilan polisi menangkap tersangka pelaku pembunuhan gadis penjual gorengan, mendapat apresisasi dari masyarakat.

Hal tersebut dapat dilihat dari karangan bunga ucapan terima kasih berjejer di luar gerbang mako Polres Padang Pariaman. (HS-08)

Buka Turnamen Piala Bupati Sragen 2024, Kusdinar Untung Yuni Ajak Atlet Junjung Sportivitas

OPM Bebaskan Pilot Susi Air Phillip Mehrtens