in

Kadin Kendal Gelar Bincang Bisnis, Kisah Sukses Pengusaha dan Pimpinan Muda sebuah Bank

HALO KENDAL – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Kendal bersama Bank Mandiri Kantor Cabang Kendal, menggelar Bincang Bisnis di Stand Kadin, depan Stadion Utama Kendal, Minggu malam (24/7/2022).

Bincang Bisnis menghadirkan narasumber Pradipta Sigit Saelan Kepala Cabang Bank Mandiri Kendal dan Tjahjono Hartono, Pengusaha Mebel dan Interior, Kontraktor Bangunan sekaligus Owner Objek Wisata Riverwalk Boja.

Sedangkan sebagai moderator Bincang Bisnis dipandu langsung oleh Ketua Kadin Kabupaten Kendal Cahyanto.

Berbagai usaha dan kiat disampaikan para narasumber. Mulai dari merintis usaha, suka duka hingga menjadi sukses juga disampaikan.

Yang pertama ditanya oleh Cahyanto adalah Pradipta Sigit Saelan. Dirinya menanyakan apa saja yang suďah dilakukan selama ini, sehingga di usia yang masih muda yakni 30 tahun sudah menjabat sebagai Kepala Cabang Bank Mandiri di Kendal.

Sigit menjawab, untuk berkarir di Bank Mandiri harus mempunyai jiwa interpreneurship. Yakni karyawan pada suatu perusahaan yang mempromosikan inovasi, sesuai dengan kesuksesan unit bisnis yang menjadi tanggung jawabnya.

Sigit mengatakan, dirinya sudah delapan tahun bekerja di Bank Mandiri. Awal karir dimulai di Kantor Cabang Semarang selama lima tahun. Kemudian pindah di area menjabat sebagai service quality officer, untuk menangani pelayanan-pelayanan.

Setelah di area, ia kemudian pindah ke level wilayah atau regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta juga sebagai service quality officer. Baru setelah itu dipercaya untuk promosi Kepala Cabang di Kendal.

“Ketekunan itu pasti, tapi yang lebih penting itu adalah selalu positif thinking. Karena saat kita bekerja di suatu perusahaan, kita naik di manapun pasti ada pimpinannya. Apapun posisi kita, pasti ada yang lebih tinggi. Pimpinan itu pasti bermacam-macam keinginannya. Jadi apapun ekspetasi dari pimpinan, sebisa mungkin kita kerjakan semaksimal mungkin,” terangnya.

Kemudian, lanjut Sigit, saat diberi kepercayaan dan amanah dari pimpinan sebisa mungkin dikerjakan, tidak perlu mengeluh.

“Jadi saat kita mendapat amanah, arahan dan target, jangan berkeluh kesah dulu. Kita coba kerjakan semaksimal dulu, kemudian apapun hasilnya kita laporkan kepada pimpinan, apa saja yang telah kita lakukan untuk mencapai apa yang menjadi keinginan pimpinan. Jadi menurut saya positif thinking dan berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Setelah itu, Cahyanto kemudian beralih menanyakan, awal mula Tjahjono Hartono meniti usahanya, sehingga bisa mempunyai beberapa usaha, termasuk hotel di Ungaran dan objek wisata di Boja.

Tjahjono mengaku berbagai usaha telah ia jalani sebelum sukses sekarang ini. Suka maupun duka sudah ia rasakan. Bahkan dirinya mengaku tidak memiliki basic di bidang perhotelan maupun objek wisata.

“Saya itu gak pintar-pintar amat, makanya gak diterima kerja. Makanya saya memilih dengan menjadi pengusaha. Dengan modal ketekunan dan semangat pantang menyerah dan siap bekerja keras,” ujar Tjahjono.

“Makanya kalau orang jaman dulu, asal mau berusaha, mau bekerja keras dan bersyukur, tuhan pasti akan menunjukkan jalan. Tapi kalau jaman sekarang mengandalkan tekun tok, kerja keras tok tapi gak pinter ya agak susah,” imbuhnya.

Tjahjono juga mengungkapkan, soal basic, dirinya hanya menguasai soal mebel dan disain interior. Namun dirinya bersyukur masih diberi kesempatan sebagai pengusaha, meski dengan ungkapan merendah, dirinya masih dalam tahap merintis.

Tjahjono mengaku, pertama kali dirinya jadi penjual sampah. Yakni sampah-sampah pabrik atau rongsokan. Kemudian ia usaha membuat produk sandal yang pemasarannya di Bali.

Selanjutnya ia ganti jadi pengusaha kulit lulang asli, untuk tas, jaket, untuk jok mobil dan untuk mebel. Kemudian dia mencoba jadi pengrajin mebel dan juga interiornya. Berikutnya menjadi kontraktor.

“Ya mungkin kalau saya sekarang punya hotel di Ungaran dan objek wisata di Boja itu mungkin karena bidang saya kontraktor juga disain interior. Jadi tau cara membuat hotel maupun tempat wisata,” pungkasnya sambil bergurau. (HS-06).

Bedhol Kedhaton dan Jagong Budaya, Warnai Prosesi Hari Jadi Wonosobo

Sinar Terangnya Meredupkan Lawan