HALO KENDAL – Penularan penyakit tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Kendal mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kendal, jumlah penderita TBC di tahun 2023 sebanyak 2.548 orang, padahal pada tahun 2022 hanya 1.991 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kendal, Bambang Setiawan mengatakan, penyakit TBC gampang menular melalui droplet atau ludah dari penderita TBC.
“Oleh karena itu bagi penderita TBC harus menjaga diri agar tidak batuk di hadapan orang. Jadi sebaiknya untuk penderita TBC supaya memakai masker ketika berkumpul dengan orang,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/2/2024)
Bambang menjelaskan, tanda-tanda orang yang terkena TBC, di antaranya mengalami batuk lebih dari dua minggu dan berat badannya turun.
“Tanda lainnya bagi orang dewasa, biasanya berkeringat pada malam hari. Jadi jika ada yang mengalami gejala batuk lebih dari seminggu, sebaiknya segera periksa ke dokter atau puskesmas,” jelasnya
Bambang menambahkan, penyakit TBC sebenarnya bisa disembuhkan dengan minum obat selama enam bulan tanpa putus. Jika sampai putus minum obat dalam jangka waktu enam bulan, justru bakterinya semakin kebal.
“Ya seharusnya rutin minum obat, sampai bakterinya tidak kebal. Karena kalau sampai bakterinya lebih kebal, maka harus mengulangi lagi minum obat dari awal dengan obat yang dosisnya lebih tinggi,” imbuhnya.
Bambang mengimbau, bagi penderita TBC yang ingin sembuh, maka harus mengikuti anjuran dokter dalam minum obat.
“Untuk menghindari penularan TBC, ya harus menghindari kontak langsung dengan penderita TBC dan menjalani pola hidup sehat. Kemudian, bagi yang sudah mengidap TBC, harus rutin minum obat yang dianjurkan oleh dokter,” pungkasnya. (HS-06)