HALO SEMARANG – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, menyarankan agar mulai 5 Zulhijah atau 11 Juni 2024, jemaah haji asal Indonesia beraktivitas ibadah di pemondokan saja, karena pada hari itu Bus Shalawat akan mulai berhenti beroperasi.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Transportasi PPIH Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, terkait ibadah haji tahun ini.
“Bus Shalawat itu akan berhenti operasional pada 5 Zulhijah atau 11 Juni 2024. Mulai tanggal 5 sampai 8 Zulhijah, atau saat jemaah mulai diberangkatkan ke Arafah, aktivitas ibadahnya cukup di pemondokan saja,” kata Syarif Rahman, di Makkah, Jumat (7/5/2024), seperti dirilis kemenag.go.id.
Dia mengatakan menjelang puncak perhajian itu, Bus Sholawat memang diberhentikan sementara dan bus-bus itu akan ditarik.
“Selurunya akan digunakan untuk layanan shuttle Armuzna, mulai dari Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan ke Makkah,” kata dia.
Selain disiapkan untuk melayani jemaah di Armuzna, bus shalawat itu diberhentikan sementara agar jemaah bisa menyiapkan diri secara fisik.
“Supaya jemaah juga memahami, agar mereka banyak istirahat di tempat akomodasi, untuk menyiapkan diri secara fisik mental dan kesehatan menuju puncak haji,” kata Syarif.
Syarif menambahkan, bus shalawat akan kembali beroperasi lagi melayani jemaah ke Masjidil Haram pada 14 Zulhijah 1445 H atau 20 Juni 2024 pukul 00.30 WAS.
“Usai puncak haji, bus shalawat akan kembali dioperasikan untuk melayani jemaah yang akan melaksanakan thawaf ifadah, thawaf wada, maupun salat lima waktu di Masjidil Haram,” terang Syarif.
Dia juga mengatakan, sepekan menjelang puncak haji, hampir 200 ribu warga muslim Indonesia telah berada di Makkah Al Mukaramah.
Masjidil Haram menjadi lokasi yang paling banyak dituju jemaah, selama di tanah kelahiran nabi ini.
Untuk memfasilitasi mobilitas jemaah haji Indonesia menuju Masjidil Haram, PPIH Arab Saudi memang menyediakan 450 unit Bus Shalawat, yang beroperasi selama 24 jam.
Jemaah dapat dengan leluasa bila ingin pergi beribadah di Masjidil Haram.
Namun menjelang puncak haji, jemaah disarankan untuk beribadah di pemondokannya, karena akan ada penyesuaian masa operasional bus Shalawat saat puncak haji. (HS-08)
