in

Jelang Idul Adha, Dewan Minta Jamin Ketersediaan Stok Daging dan Perketat Pemantauan Kesehatan Hewan Kurban

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Juan Rama Soemarmo.

HALO SEMARANG – Komisi B DPRD Kota Semarang meminta pemerintah kota melalui dinas terkait memastikan ketersediaan atau stok pangan dan daging di pasaran menjelang Idul Adha 1443 H. Kebutuhan konsumsi masyarakat terutama terhadap daging diperkirakan akan meningkat menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Anggota Komisi B Juan Rama Soemarmo mengatakan, setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Adha kebutuhan masyarakat terhadap pangan, bumbu dapur dan daging akan meningkat.

Sehingga dirinya meminta dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan (Distan) maupun Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, untuk bisa memastikan ketersedian sembako maupun stok daging tersebut.

“Saat ini menjelang Lebaran Idul Adha beberapa harga bahan pangan masih tergolong mahal seperti cabai dan bawang putih. Sedangkan komoditas yang masih cenderung tinggi harganya telur, daging sapi dan daging ayam yang kemungkinan makin tinggi mendekati hari H Idul Adha,” ujarnya, Rabu (29/6/2022).

Selain itu pihaknya meminta dinas terkait tersebut untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang akan disembelih.

“Maupun hewan ternak yang dijual di pasaran oleh pedagang tiban di banyak tempat. Sehingga, wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang hewan ternak, tidak makin menyebar ke hewan ternak lainnya, dan dagingnya tetap aman dikonsumsi,” terangnya.

“Kami juga minta hewan yang dijual peternak atau pedagang hewan kurban dicek dan dipastikan kondisi hewan sehat. Kemudian, pastinya pengecekan di rumah pemotongan hewan (RPH) dan masjid -masjid yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban,” imbuhnya.

Agar memudahkan pemantauan kondisi kesehatan hewan saat akan disembelih, lanjutnya, dinas terkait paling tidak juga bisa mengedukasi masyarakat atau menyosialisasikan kepada pihak pengurus masjid agar hewan ternak dikumpulkan di satu lokasi.

“Jadi kalau dikumpulkan di satu lokasi yang berdekatan mudah untuk memeriksanya. Apalagi dengan jumlah tenaga paramedis hewan yang terbatas dari dinas, supaya bisa menangani semua hewan ternak yang ada. Tidak menyebar di banyak titik, ini untuk memudahkan petugas memeriksa kesehatan hewan dan tidak terlalu banyak titik yang diperiksa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Bambang Pramushinto mengatakan, jumlah stok atau ketersediaan bahan pangan menjelang beberapa hari Lebaran Idul Adha di Kota Semarang saat ini masih aman.

Dari data yang tercatat di dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang pada 27 Juni 2022, jika dilihat dari kebutuhan masyarakat tiap bulan dan perharinya dibandingkan dengan stok yang tersedia di pasaran bisa terpenuhi atau suprlus.

“Seperti kebutuhan cabai merah masyarakat per bulan yang capai 202,8 ton, dan perharinya 6,7 ton. Adapun total stok harian cabai merah di pasaran mencapai 14 ton. Lalu, cabai rawit kebutuhan perbulan capai 107,8 ton, dan perharinya 3,6 ton, sedangkan stok harian cabai rawit totalnya capai 17 ton. Bawang merah kebutuhannya per bulan 294 ton, dan 9,8 ton perharinya. Stok bawang merah total dipasaran 46 ton. Kebutuhan bawang putih per bulan 264,6 ton dan perharinya 8,8 ton. Stok harian bawang putih total ada 21 ton,” jelasnya.

“Sedangkan kebutuhan daging ayam masyarakat per bulannya capai 756 ton , dan perharinya 25,3 ton. Total stok daging ayam di pasaran capai 44 ton. Dan daging sapi kebutuhan perbulan 71,7 ton, dan kebutuhan perharinya 2,4 ton. Adapun jumlah total stok harian daging sapi di pasaran capai 20 ton,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Hernowo Budi Luhur juga mengatakan, pihaknya saat ini telah mendapatkan total vaksin PMK sebanyak 300 dosis.

“Vaksin PMK tersebut sudah disuntikkan pada hewan ternak yang rentan terserang maupun memiliki gejala ringan PMK. Total baru ada 300 dosis vaksin PMK untuk hewan ternak. Kami berharap pemberian vaksin terus bertambah agar menjangkau lebih banyak hewan ternak di wilayah zona merah atau kandang yang memang rawan terjadinya penyebaran virus PMK pada hewan ternak,” paparnya. (HS-06)

Peresmian Jalan Ki Nartosabdo Tak Hilangkan Jalan KH Agus Salim

Ganjar Doakan Jokowi dan Dapatkan Solusi dari Kunjungan ke Ukraina-Rusia