in

Jateng–DIY Matangkan Pencalonan Tuan Rumah PON 2032, Bahas Venue hingga Akomodasi

Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko saat menyambut kedatangan pengurus KONI DIY di Rumah Makan Selasih Semarang pada Senin (16/3/2026) sore.

HALO SPORT – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin memantapkan langkah untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XXIII 2032. Pemantapan tersebut dilakukan melalui pertemuan kedua antara pengurus KONI kedua daerah yang digelar di Rumah Makan Selasih Semarang pada Senin (16/3/2026) sore.

Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari pertemuan pertama yang sebelumnya berlangsung di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada 7 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan KONI DIY yang dipimpin Sekretaris Umum KMT A Tirtodiprojo disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko bersama jajaran pengurus.

Sekretaris Umum KONI DIY, KMT A Tirtodiprojo mengatakan pembahasan dalam pertemuan kedua ini telah mengerucut pada detail teknis persiapan pencalonan tuan rumah PON 2032.

Beberapa aspek yang dibahas antara lain ketersediaan venue pertandingan, sarana dan prasarana olahraga, akomodasi, serta kesiapan sumber daya manusia.

“Persiapan sudah mulai mengerucut pada hal-hal teknis bagaimana KONI Jawa Tengah dan DIY mempersiapkan pengajuan sebagai tuan rumah PON XXIII 2032. Semoga upaya ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan daerah, DPRD, serta seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Tirtodiprojo, kedua daerah memiliki banyak keunggulan yang mendukung penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut. Mulai dari kelengkapan venue olahraga, jarak antar lokasi pertandingan yang relatif dekat, hingga kesiapan fasilitas akomodasi.

Selain itu, kesamaan kultur dan kedekatan geografis antara Jawa Tengah dan DIY dinilai menjadi nilai tambah yang memudahkan koordinasi penyelenggaraan event berskala nasional.

Tak hanya itu, berbagai destinasi wisata di kedua daerah juga dapat mendukung konsep sport tourism, sehingga ajang olahraga dapat sekaligus mendorong sektor pariwisata.

“Di Yogyakarta saja tersedia sekitar 20 ribu kamar hotel mulai dari bintang lima hingga tiga. Jika digabung dengan yang ada di Semarang dan Surakarta, saya kira kita memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi tuan rumah PON 2032,” kata Tirtodiprojo.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan pihaknya bersama KONI DIY saat ini tengah menyiapkan dokumen persyaratan pencalonan tuan rumah PON 2032.

Namun, proses penyusunan dokumen tersebut menghadapi kendala waktu karena bertepatan dengan libur panjang Lebaran hingga 24 Maret.

Padahal, batas akhir pendaftaran dan pengumpulan dokumen bakal calon tuan rumah PON XXIII 2032 telah ditetapkan pada 1 April 2026.

“Awalnya pendaftaran direncanakan ditutup pada 1 Mei, namun kemudian dipercepat menjadi 1 April. Ini menjadi tantangan bagi kami karena waktunya cukup singkat dan bertepatan dengan libur Lebaran,” ujar Sujarwanto.

Karena itu, pihaknya berencana mengajukan permohonan kepada KONI Pusat agar batas waktu pendaftaran dapat diperpanjang.

“Kalau memungkinkan kembali ke jadwal semula pada 1 Mei, atau setidaknya ditambah dua pekan dari 1 April,” imbuhnya.

Untuk semakin memantapkan pencalonan tersebut, dalam waktu dekat juga direncanakan pertemuan antara gubernur Jawa Tengah dan DIY guna membahas dukungan pemerintah daerah terhadap rencana menjadi tuan rumah PON 2032.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi kedua provinsi dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah salah satu ajang olahraga terbesar di Indonesia.(HS)

bank bjb Catat Aset Rp221,4 Triliun di 2025, Perkuat Digitalisasi dan Ekspansi Kredit

Pastikan Lebaran Aman, Bupati Setyo Hadi dan Forkopimda Cek Kesiapan Jalur Mudik hingga Stok Pangan