PSIS, klub yang dulu sempat berjaya di level tertinggi sepak bola Indonesia, saat ini seperti anak hilang di rimba kompetisi. Musim ini, di Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026, mereka mulai dengan posisi yang bikin suporter geleng-geleng kepala. Duduk manis di papan bawah, dekat sekali dengan pintu keluar menuju Liga 3.
Setiap pertandingan terasa seperti drama horor, bola bergulir, tapi harapan semakin menipis. Gol lawan datang bagai hujan deras, sementara serangan PSIS lebih mirip gerimis musim kemarau.
Suporter cuma bisa berdoa, sambil menggigit kuku, agar tim kesayangan tak jatuh lebih dalam.
Lalu, tiba-tiba, angin segar berhembus dari arah tak terduga. November 2025 lalu, Datu Nova Fatmawati muncul sebagai penyelamat. Wanita yang pernah besar di Kota Semarang ini beli saham mayoritas klub, tepatnya 74,25 persen dari PT Mahesa Jenar Semarang.
Bukan cuma beli, tapi langsung janji rombak total, dari pemain, pelatih, hingga orang-orang di belakang layar. Datu bukan orang baru di dunia sepak bola, dia sebelumnya urus Persela Lamongan bareng suaminya, Fariz Julinar Maurisal.
Sekarang, dia ingin selamatkan PSIS karena dia mengaku sebagai penggemar sejak kecil, dikenalin ayahnya yang asli Semarang. Klub yang hampir tenggelam tiba-tiba dapat juragan baru yang mulai mengambil hati sebagian besar penggemar PSIS.
Dengan Datu di kemudi, PSIS mulai bergerak cepat. Bursa transfer jeda kompetisi jadi ajang pesta belanja. Mereka lepas beberapa pemain lama, seperti Basajum dan yang lain, dalam acara cuci gudang besar-besaran.
Gantinya, datang gelombang pemain anyar yang bikin mata melotot. Yang paling heboh, tentu saja trio naturalisasi senior dari Persela: Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves alias Beto, dan Otavio Dutra.
Bayangin, Vizcarra yang dulu jadi bintang beberapa klub yang pernah dia bela, sekarang pakai seragam biru PSIS. Beto, striker haus gol yang umurnya sudah kepala empat, tapi pengalaman segudang. Trus Dutra, bek tangguh asal Brasil yang sudah naturalisasi, siap bentengi pertahanan yang dulu bolong-bolong.
Ini bukan sekadar tambal sulam. PSIS seperti dapat suntikan energi super dari para bintang di masa lalu.
Vizcarra resmi gabung tanggal 18 Desember, disusul Beto dan Dutra di hari yang sama. Mereka datang untuk hadapi sisa musim yang penuh tekanan.
Dengan tambahan para pemain baru ini, tim mulai latihan keras di jeda liga. Uji coba lawan Persikaba Blora menang 1-0, meski tipis, tapi setidaknya ada tanda-tanda hidup. Suporter mulai berbisik, “Mungkin musim ini kita selamat dulu, tahun depan naik kelas lagi ke Liga 1.”
Ibaratnya, PSIS dulu seperti mobil tua yang mogok di pinggir jalan, sekarang dapat mesin baru tapi sopirnya masih harus diuji. Lucu kalau dipikir, klub yang dulu medioker sekarang jadi tempat reuni pemain senior.
Mungkin besok mereka rekrut Victor Igbonefo atau reuni dengan Greg Nwokolo, biar lengkap jadi tim “super senior”.
Harapan
Tapi apapun itu, langkah ini membawa harapan. Para pendukung PSIS, yang setia meski tim sering bikin sakit hati, sekarang mulai senyum-senyum. Mereka lihat manuver agresif ini sebagai sinyal positif.
Bukan cuma trio itu, PSIS juga bidik pemain lain yang dinilai akan mampu membawa klub kembali ke level aman dari ancaman degradasi. Di media sosial, suporter banjir komentar: “Akhirnya, Mahesa Jenar bangun dari tidur panjang!” Atau yang lebih hiperbola, “Dari jurang neraka ke surga Liga 1, yuk gaspol!”
Tapi di balik euforia, ada ironi. Klub yang hampir degradasi sekarang jadi sorotan, tapi lawan-lawan di Liga 2 juga tak mau kalah. Banyak klub Liga 2 yang hari ini juga sedang berbenah.
Mereka latihan keras, uji coba, dan siap lanjut kompetisi. Namun harapan penggemar PSIS sederhana, bertahan dulu di Liga 2, lalu promosi tahun depan.
Tapi di sepak bola, rencana bagus tak selalu jalan mulus. Mungkin besok mereka menang besar, atau malah kalah lagi karena faktor lain.
Suporter, tetaplah setia, karena bola bundar, dan kejutan selalu ada. Harapannya trio naturalisasi ini bawa PSIS terbang tinggi, atau minimal, tak jatuh ke lubang yang lebih dalam.(Tulisan ini disempurnakan oleh AI-HS)


