HALO SEMARANG – Pecco Bagnaia menjadi pembalap terkuat MotoGP dalam tiga balapan terakhir di Grand Prix (GP) GP Belanda, Inggris, dan Austria.
Musim ini pembalap tim pabrikan Ducati itu total telah menang lima kali.
Sayang, Pecco tidak konsisten sehingga belum mampu berada di puncak klasemen.
Tidak ada hasil podium ketika Bagnaia tidak menang.
Dalam tujuh balapan terkini, Pecco hanya mengenal menang atau gagal finis.
Dia masih tertinggal 44 poin dari sang juara bertahan dan pemuncak klasemen, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).
Pada tujuh balapan tersisa, rivalitas antara Pecco dan Fabio bakal semakin sengit.
Tuntutan untuk menang kembali dihadapi Bagnaia pada GP San Marino di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano, Minggu (4/9/2022).
Musim lalu, mantan anak didik Valentino Rossi ini juga berjaya di Misano.
Lawan terberat Pecco adalah membuat kesalahan sendiri di lintasan.
Karena itu, dia ingin menjaga konsentrasi dari start hingga menyentuh garis akhir.
‘’Bagaimanapun, kami tidak boleh kehilangan konsentrasi. Tujuannya adalah meraih hasil terbaik untuk menambah beberapa poin penting di tabel klasemen,’’ tutur Pecco seperti dilansir dari The Race.
Yang pasti, rider berkebangsaan Italia ini berambisi untuk menang lagi di kandang sendiri. (HS-0