HALO BATANG – Sebagian warga Muhammadiyah di Karangasem Utara melakukan penyembelihan hewan kurban berupa tiga ekor sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), setelah melaksanakan ibadah salat Iduladha, Rabu (28/6/2023).
Penyembelihan dilakukan langsung oleh Juru Sembelih Halal (Juleha), demi menjaga higienitas proses penyembelihan yang sesuai syariat.
Takmir Masjid Al Furqon Karangasem Utara, Rasokha mengatakan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangasem Utara telah menghimpun dari 21 jamaah untuk berkubang tiga ekor sapi.
“Penyembelihan langsung dilakukan hari ini, dan langsung didistribusikan kepada warga yang berhak menerima,” kata dia, saat meninjau hewan kurban, di RPH Sambong, Kabupaten Batang.
Ia berkeyakinan seluruh hewan kurban dari RPH Sambong telah memiliki Sertifikat Kesehatan Hewan (SKH) dan dalam proses penyembelihan pun dipantau langsung oleh dokter hewan dari Dislutkannak setempat.
Jamaah yang melakukan pemotongan hewan kurban hari ini hanya dari Masjid Al Furqon, adapun jamaah lainnya kemungkinan besar hari ini. .
“Daging kurban akan disalurkan kepada 600 warga yang berhak menerima, sehingga nilai kemanfaatannya lebih terasa,” terangnya, seperti dirilis batangkab.go.id.
Ditemui secara terpisah, Ketua PD Muhammadiyah Batang, M Harto Setiyono menambahkan, berdasarkan data dari Lazismu mayoritas warga Muhammadiyah yang berkurban lebih memilih sapi.
“Alasannya karena faktor kesehatan, ini untuk antisipasi saja, bagi mereka yang mungkin mengidap kolesterol tinggi,” ujar dia.
Ia menerangkan, sebagian besar warga Muhammadiyah akan berkurban esok hari. Nantinya dari Lazismu akan mendistribusikan ke 12 titik, terutama di daerah terpencil.
Sebelumnya, ratusan warga Muhammadiyah di Batang kota, menjalankan salat Iduladha berjamaah di kompleks SD Karangasem Utara, dengan imam dan khotib M Harto Setiyono, selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang.
Ada 40 tempat pelaksanaan salat Iduladha di seluruh Kabupaten Batang, 8 di antaranya tersebar di Kecamatan Batang dengan jumlah 5.000 jamaah.
Dalam khotbahnya, ia menekankan ibadah kurban memiliki makna filosofi, yang diibaratkan manusia yang mempunyai sifat kehewanan itu dihilangkan dan dijauhkan dari pribadi masing-masing insan.
“Setelah kita bersih dari sifat kehewanan itu, diharapkan akan kembali ke jalan Allah, menjalankan perintah-perintah-NYA, seperti salat dan ibadah kurban,” katanya, usai menyampaikan khotbah, di kompleks SD Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Rabu (28/6/2023).
Ibadah kurban erat kaitannya dengan hubungan sosial kemasyarakatan yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama , terutama bagi mereka yang membutuhkan.
“Secara hukum syariat Islam hari ini hingga tiga hari ke depan sudah boleh menyembelih hewan kurban, namun karena tahun ini ada perbedaan hari raya, diimbau untuk menunda penyembelihan hewan kurban, yakni masih hari Tasyrik” jelasnya.
Hal itu tetap menyesuaikan kondisi, sebab apabila ada warga Muhammadiyah yang tetap menyembelih hari ini pun tidak masalah.
“Kami memandang perbedaan hari raya itu tidak pernah mempermasalahkan karena sudah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan bermasyarakat. Hanya saja kita semua membutuhkan toleransi yang tinggi, karena masing-masing mempunyai keyakinan,” ujar dia. (HS-08)