in

Jadi Peringatan Pengendara, Tugu Motor Ringsek di Mangkang Saksi Bisu Wilayah Rawan Kecelakaan

SEBUAH “bangkai” motor yang dalam kondisi ringsek terpajang di taman perbatasan kota, antara wilayah Kabupaten Kendal dengan Kota Semarang, tepatnya di depan terminal Tipe A Mangkang, Kota Semarang. Di bawah motor bebek berwarna hitam itu bertuliskan “Jangan Ikuti Jejak Saya”. Tugu ini dipasang oleh Satlantas Polrestabes Semarang sejak 2016 lalu, dan menjadi tanda peringatan bahwa di jalur Pantura (Mangkang) ini salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Semarang. Alasannya, karena perbatasan kota dan banyak dilewati kendaraan berat lintas daerah.

Bahkan, tidak sedikit korban meninggal dunia dan mengalami luka-luka dari peristiwa kecelakaan di wilayah tersebut. Saat ini, pengendara yang melintas memang agak kesulitan melihat dengan jelas dari tepi jalan, karena Tugu Motor Ringsek posisinya berada agak menjorok ke dalam dan tertutup rindangnya ranting pohon peneduh jalan.

Salah satu warga sekitar, Slamet mengatakan, Tugu Motor Ringsek sudah lama terpajang di taman Mangkang. Namun, memang tidak diketahui banyak orang karena posisinya berada di dalam taman.

“Apalagi, sekarang tertutup banyak ranting pohon yang tumbuh tinggi menjulang. Kalau dari tepi jalan memang Tugu Motor Ringsek ini tidak keliatan secara utuh,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan tugu ini menjadi pengingat pengendara yang lain untuk selalu berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Sebab, kejadian kecelakaan kendaraan terutama di jalur utama Semarang-Mangkang sangat rawan kecelakaan.

“Contohnya beberapa waktu lalu, tidak jauh dari tugu itu, juga ada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor dengan truk trailer, dan korbannya meninggal dunia. Lokasi kejadian kecelakaan di sekitar SMK Texmaco,” katanya, saat ditemui, Rabu (27/12/2023).

Senada, Hani, salah satu pengendara mengatakan, Tugu Motor Ringsek tidak bisa dilihat sekilas oleh pengendara yang melintas di jalur tersebut. Karena, lokasinya berada di dalam taman dan dikelilingi pohon peneduh jalan yang rindang.

“Sepertinya perlu dilakukan perempelan ranting atau cabang pohon yang menutupi tugu maupun papan penunjuk arah jalan, terutama rambu-rambu lalu lintasnya agar terlihat oleh pengendara. Selain itu, pohon peneduh jalan juga lebih aman saat diterjang angin kencang,” katanya.

Kasatlantas Polrestabes Semarang ,AKBP Yunaldi menambahkan, bahwa Tugu Motor Ringsek dibangun sebagai peringatan pengendara yang melintas. Sebab, di Mangkang sendiri merupakan salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu pengendara diminta selalu berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.(HS)

Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma’ruf Amin saat Kunker di Semarang

Rektor UPGRIS Apresiasi Upaya Wali Kota Semarang Entaskan Kasus Stunting