HALO SEMARANG – Pancasila lahir bukan hanya sebagai dasar negara, tapi sebagai perekat kebangsaan, panduan menjaga kedaulatan Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, ketika bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026, di Lapangan Upacara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (1/6/2026).
Upacara digelar bersama Kemdiktisaintek, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Kemenbud, dihadiri pula oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, para pejabat, serta pegawai dari tiga kementerian itu.
“Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, kolonialisme, konflik ideologi, krisis ekonomi, hingga tantangan geopolitik dan perubahan global yang semakin kompleks,” kata Menteri Fadli Zon, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Lebih lanjut, dia mengatakan pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama bangsa.
Pendidikan memegang peran strategis dalam melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, inovatif, berkarakter kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan kebudayaan bangsa.
Melalui transformasi pendidikan tinggi, penguatan riset dan inovasi, serta pengembangan sains dan teknologi, Kemdiktisaintek berkomitmen menyiapkan generasi unggul yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menbud juga mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembangunan bangsa di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam amanatnya Menbud juga menyampaikan bahwa tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, mencerminkan peran Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai jiwa bangsa, pedoman pembangunan nasional, serta sumber nilai yang membimbing Indonesia menghadapi perubahan dunia yang terus berlangsung. (HS-08)


