HALO SEMARANG – Pengusaha Jacobus Dwihartanto berharap para pelaku usaha sektor Industri Kecil Menengah (IKM) pangan di Kota Semarang untuk bisa upgrade pengetahuan. Khususnya termasuk strategi marketing, desain kemasan, dan branding produk. Hal itu dikatakan pria yang juga sebagai Wakil Bendahara Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut, saat membuka seminar bertemakan Desain Kemasan bagi Wirausaha Baru IKM Pangan di Kota Semarang, Jumat 23 Juni 2023.
Om Jack sapaan akrabnya, mendorong wirausaha baru untuk mempunyai branding atau kekhususan dan ciri khas yang tidak dimiliki oleh kompetitor.
“Branding itu kekhasan atau kekhususan. Maka ini sesuatu hal yang sangat penting, yang harus dimiliki oleh seroang wirausaha,” kata Om Jack pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka Kementrian Perindustrian di UTC Hotel Semarang, Kota Semarang.
Dia juga menekankan pentingnya kemasan pada suatu produk usaha. Kemasan dinilai penting, karena bisa menambah nilai jual produk. Dengan demikian bisa meningkatkan omzet penjualan.
“Kemasan itu penting, sehingga kami berharap beberapa wirausaha memenuhi itu agar bisa meningkatkan nilai tambah, sekalipun industri rumahan,” ujarnya.
Pada sisi lain, dia tak memungkiri, kelemahan wirausaha baru ada pada permodalan dan marketing. Karenanya sebagai seorang pengusaha, ia mendorong perbankan agar memberikan akses kemudahan kepada wirausaha dalam mendapat bantuan pembiayaan. Untuk strategi marketing, Om Jack berharap pelaku usaha untuk terus belajar sesuai zamannya. Apalagi saat ini dengan kemajuan teknologi, banyak platfon digital yang menyediakan ruang untuk marketing suatu produk.
“Selain terkendala permodalan, kebanyakan mereka juga lemah dari strategi marketing serta tidak fokus pada yang digelutinya. Padahal seorang pengusaha harus fokus dan tekun serta secara bertahap punya kemauan kuat untuk naik kelas. Kebanyakan inginnya cepat dapat untung besar,” jelasnya
Adapun Direktur IKM dan Aneka Kementrian Perindustrian, Dini Hanggandari meminta kepada masyarakat agar tidak takut untuk membangun wirausaha baru. Keberadaan wirausaha ini dipandang mampu menopang perekonomian negara.
“Para pelaku usaha memiliki peran penting dalam membantu pemerintah. Maka pelatihan ini diharapkan mendorong mereka punya keahlian khusus, terutama berkaitan dengan pengemasan suatu produk,” sebutnya.(HS)