HALO SPORT – Kendati kalah dalam laga terakhir di oktagon, Benoit Saint-Denis memimpikan duel ideal pada pertarungan selanjutnya.
Jagoan berkebangsaan Prancis itu ingin menghadapi Arman Tsarukyan.
Sebelum ditundukkan Dustin Poirier, 9 Maret 2024, Benoit memegang rekor kemenangan 100 persen finis.
Rinciannya adalah 3 kali menang KO dan 2 kali lewat kuncian.
Sayang, dia kemudian dihentikan Poirier pada ronde kedua.
Menurut Saint-Denis, partai kontra Tsarukyan nanti bakal berlangsung seru.
’’Saya sungguh ingin melawan Arman. Dia adalah penantang utama di kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) saat ini,’’ ujar Benoit seperti dikutip dari Sport-Express.
Pria 28 tahun ini menyebut juara divisi ringan UFC, Islam Makhachev bukan petarung yang aktif bertanding.
Saint-Denis menilai Poirier bukan lawan enteng buat Makhachev.
’’Apapun hasinya Islam akan rehat lagi,’’ tambahnya.
Tentang rencana melawan Tsarukyan, dia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada UFC.
Jika diberi lawan lain pun, God of War, julukan Saint-Denis akan menerima dengan senang hati.
’’Tugas saya hanya bertarung. Banyak hal yang bisa terjadi di kelas ringan,’’ jelasnya.
Benoit menguasai judo dan jiu-jitsu Brasil.
Rekornya di ajang mixed martial arts (MMA) profesional adalah 13 kali menang, 2 kali kalah, dan 1 kali no contest.
Dia menembus UFC pada 30 Oktober 2021. (HS-06)