HALO SEMARANG – Partisipasi Indonesia pada ITB Berlin 2026, menghasilkan potensi transaksi sebesar 479.434 wisatawan potensial dan setara dengan Rp 14,91 triliun potensi penerimaan devisa negara.
Hal itu diungkapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, terkait keikutsertaan Indonesia, dalam event bisnis internasional di Jerman tersebut, 3 Maret 2026 hingga 5 Maret 2026.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menilai capaian ini juga mencerminkan tingginya minat pasar internasional, terhadap produk pariwisata Indonesia, serta optimisme terhadap kontribusi sektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Kemenpar juga mencatat hasil pelaksanaan kegiatan misi penjualan (sales mission), yang merupakan bagian dari rangkaian pre dan post event ITB Berlin 2026.
Pre-event dilaksanakan pada 23 Februari 2026 hingga 26 Februari 2026 di kota Amsterdam, Belanda serta di Kota Düsseldorf dan Stuttgart, Jerman.
Kegiatan ini menghasilkan 63.519 wisatawan potensial dengan potensi penerimaan devisa sebesar Rp1,98 triliun.
Total capaian transaksi dari pameran ITB Berlin 2026 dan rangkaian sales mission pre-event ITB Berlin 2026 ialah mencapai 542.953 wisatawan potensial serta total devisa potensial yang dihasilkan mencapai Rp16,89 triliun, atau naik 24,2% dibandingkan capaian tahun 2025 yaitu Rp13,6 triliun.
Sedangkan, kegiatan sales mission post-event masih terlaksana di kota Warsawa, Polandia; Budapest, Hungaria; Zagreb, Croatia; dan Milan, Italia oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) berkolaborasi dengan Kedutaan Besar RI di masing-masing negara, pada 9 hingga 16 Maret 2026.
Sementara itu dalam ajang tersebut, Indonesia menampilkan Paviliun Indonesia, yang menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26A No 111.
Paviliun Indonesia dibuka Menpar Widiyanti Putri Wardhana, didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Abdul Kadir Jailani.
Adapun Opening Ceremony, makin semarak dengan penampilan tari tradisional Tortor Tandok dari Sumatera Utara yang merupakan bagian dari dukungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Penampilan tarian tersebut, menjadi simbol penyambutan sekaligus representasi kekayaan budaya Indonesia kepada para pengunjung dan pelaku industri pariwisata internasional yang hadir di Messe Berlin.
Paviliun Indonesia tahun ini berhasil menarik minat pelaku industri global dalam menciptakan potensi transaksi dan pergerakan wisatawan yang signifikan.
Industri yang terlibat sebanyak 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi di Indonesia.
Para peserta terdiri atas berbagai sektor industri, antara lain penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), agen perjalanan atau operator tur, desa wisata, restoran, serta penyedia jasa pariwisata lainnya.
Buyers yang melakukan pertemuan di paviliun Indonesia sebagian besar berasal dari benua Eropa 88,38%, Asia 10,29%, Amerika 2,73%, Australia 1,17%, Afrika 0,78%, dan Timur Tengah 0,65%.
Pertemuan Bilateral
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jerman, Menpar Widiyanti juga menghadiri beberapa agenda, di antaranya pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nowais serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India, Gajendra Singh Shekhawat.
Menpar juga menerima penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination dari platform perjalanan global TripAdvisor; melakukan kunjungan Friends of Indonesia di Rumah Budaya Indonesia/ Haus der Indonesischen Kulturen, Berlin; wawancara dengan media internasional dan nasional seperti Deutsche Welle, ELLE Italia, TVOne, dan Quotidiano Traveller untuk memperkuat eksposur pariwisata Indonesia di pasar global. (HS-08)