HALO SEMARANG – PT Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, terus berinovasi menciptakan produk yang ‘hidup’ dan relevan dengan kebutuhan riil masyarakat. Inovasinya ada pada fleksibilitas, kepraktisan, dan kemasan digital.
Menurut Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, bahwa kepercayaan masyarakat terhadap asuransi harus dibangun kembali melalui literasi yang nyata dan aplikatif.
IFG melalui anggota holding, seperti IFG Life telah mengembangkan berbagai produk asuransi inovatif untuk menjawab kebutuhan perlindungan finansial jangka panjang masyarakat.
“Beberapa di antaranya IFG Life Protection Platinum yang merupakan asuransi jiwa PAYDI, hingga Life Cover yang dikenal karena kemudahannya serta premi yang terjangkau,” katanya, Sabtu (4/10/2025).
Selain produk, lanjut Denny, IFG melalui Jasa Raharja juga menghadirkan perlindungan jangka panjang lewat program Jasa Raharja Road Safety Innovation untuk mendorong inovasi keselamatan lalu lintas. Jasa Raharja juga membentuk Road Safety Ranger Z, komunitas generasi muda yang menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran keselamatan berkendara melalui edukasi, kampanye kreatif, dan aksi nyata di lapangan.
“Produk dan program inovatif tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan perlindungan, tetapi juga mendukung tercapainya tujuan keuangan jangka panjang serta memastikan keamanan finansial,” jelasnya.
Denny menekankan, kolaborasi adalah DNA perusahaan IFG. Dia percaya bahwa inklusi tidak bisa diraih sendiri-sendiri. Peta kolaborasi IFG itu sangatlah luas.
Untuk itu, IFG secara aktif menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta, BUMN lain, dan pemerintah daerah, untuk memperluas jangkauan asuransi dan meningkatkan inklusi keuangan. Bentuk-bentuk kolaborasi ini meliputi beragam sinergi.
Dia pun mencontohkan, sinergi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, IFG melalui Jasindo menjalankan program Asuransi Nelayan dan Asuransi Petani. Lembaga tersebut membantu identifikasi serta pendataan, sementara kami menyediakan produk dan teknologinya. Ini adalah model gotong royong yang efektif.
“Dengan BUMN, bancassurance bersama Bank Mandiri, Bank BTN dan Bank Sulselbar adalah contoh nyata. Nasabah KPR bisa sekaligus mendapatkan proteksi asuransi jiwa dengan proses yang terintegrasi,” katanya.
Denny, mengungkapkan dengan pihak swasta dan fintech, IFG menggandeng kerja sama yang memungkinkan perusahaan menanamkan produk asuransi mikro di dalam aplikasi pembayaran mereka, menjangkau jutaan pengguna yang sudah ada. “Intinya, kami berperan sebagai ‘orchestrator’ yang menyatukan berbagai pemain untuk menciptakan simfoni inklusi keuangan yang lebih harmonis,” pungkasnya.(HS)


