HALO DEMAK – Para pengguna jalan yang dari Semarang ke Demak atau sebaliknya, diimbau untuk menggunakan jalur alternatif, terkait dengan pembangunan Jembatan Wonokerto. Penggunaan jalur alternatif tersebut, untuk menghindari kemacetan di Semarang-Demak tersebut.
Imbauan itu disampaikan Kanit Kamsel Satlantas Polres, Demak Iptu Saefudin, terkait dengan pengaturan lalu lintas di jalur tersebut.
“Untuk menghindari kemacetan, pengguna lalu-lintas terutama dari arah Demak menuju Semarang, dapat melalui jalur alternatif dari pertigaan Pasar Buyaran menuju pertigaan Pamongan Guntur, atau menuju Karangawen. Dan dari arah Semarang menuju Demak, dapat melalui Pedurungan menuju Karangawen. Atau dari arah Banjardowo menuju Pamongan Kecamatan Guntur,” kata Saefudin, seperti dirilis demakkab.go.id.
Seperti diperkirakan sebelumnya, pembangunan kembali Jembatan Wonokerto bakal menyebabkan arus lalu lintas melambat pada jalur tersebut. Proyek tersebut, diperkirakan bakal berlangsung sekitar tujuh bulan, mulai Juli 2022 – April 2023.
Pelambatan arus kendaraan tersebut, terjadi mulai Kamis (21/7/22) dini hari, baik dari arah Demak menuju Semarang maupun sebaliknya. Antrean kendaraan dari arah Demak menuju Semarang, pada pukul 06.00 WIB, Kamis kemarin mencapai tiga kilometer.
Iptu Saefudin mengatakan, terkait pembangunan tersebut, jembatan Wonokerto yang tidak dibongkar, memang masih bisa dilalui kendaraan, baik dari arah Demak menuju Semarang, maupun sebaliknya.
“Contraflow menggunakan jalur dari Demak ke Semarang. Sehingga dari dua arah terjadi penumpukan, namun demikian kendaraan tetap berjalan meskipun pelan-pelan,” jelas Iptu Saefudin.
Ditambahkan Iptu Saefudin banyak penumpukan kendaraan dari arah Demak ke Semarang terjadi pada pagi hari saat jam kerja. Namun jika sore hari kebalikannya, penumpukan banyak kendaraan dari arah Semarang ke Demak saat jam pulang kerja.
Sementara itu Niko, Manajer Operasional PT HKI, pelaksana pembangunan jembatan itu, mengatakan jembatan tersebut memiliki panjang 75 meter dan lebar 11 meter. Pembangunan dilakukan karena infrastruktur tersebut telah berusia sekitar 50 tahun.
“Umur jembatan ini sekitar 50 tahun, jadi memang harus segera kita lakukan penggantian. Kontruksi nanti itu akan sama seperti yang di sebelah. Jembatan yang di sebelah itu juga menggunakan rangka baja,” terangnya. (HS-08)
