HALO SEMARANG – Dari hasil monitoring jumlah hari tanpa hujan, wilayah Kota Semarang termasuk menunjukan kategori tidak akan ada hujan dalam waktu yang sangat panjang. Ibu Kota Jateng ini tidak akan ada hujan yakni antara 31-60 hari.
Data dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah per 10 September 2023, sebanyak 58 persen wilayah Jawa Tengah masuk kekeringan ekstrim yakni lebih dari 60 hari tanpa hujan. Dan 27 persen wilayah masuk kategori sangat panjang yaitu 31-60 hari tanpa hujan. Serta hanya sedikit titik saja yang termasuk dalam kriteria pendek yakni 6-10 hari tanpa hujan.
Koordinator Bidang dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko mengatakan, untuk wilayah kekeringan ekstrim di Jawa Tengah seperti di antaranya di Kabupaten Klaten, Boyolali, Kabupaten Semarang.
Sedangkan Kota Semarang dari pantauan hasil
monitoring hari tanpa hujannya, umumnya masuk dalam kategori sangat panjang, yakni 31-60 hari.
“Kemudian untuk Purworejo ada sedikit titik dalam kriteria pendek yaitu 6 – 10 hari tanpa hujan. Juga beberapa titik di Brebes, Kebumen, Pekalongan, Batang, Jepara, Pati dan Rembang dalam kriteria sangat pendek yakni 1 – 5 hari tanpa hujannya,” paparnya, Senin (11/9/2023).
Data dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, untuk peringkat hari tanpa hujan terpanjang di Jawa Tengah pada Dasarian ke-1 bulan September 2023 sebagai berikut :
– Hari Tanpa Hujan selama 121 Hari meliputi Ngemplak, Klego (Kab. Boyolali), Jumapolo (Kab. Karanganyar); Pedan (Kab. Klaten), Sidoharjo, Banyubiru (Kab. Semarang), Masaran, Karanganyar, Kalijambe (Kab. Sragen), Tawangsari, Baki (Kab. Sukoharjo).
– Hari Tanpa Hujan selama 120 Hari meliputi Klaten Utara (Kab. Klaten); Bringin (Kab. Semarang), Kartasuro (Kab. Sukoharjo).
– Hari Tanpa Hujan selama 105 Hari meliputi Sidodadi, Kec. Masaran, (Kab. Sragen).
Sebagai informasi kondisi kekeringan musim kemarau di Jawa Tengah ini akan berlangsung sampai beberapa bulan ke depan karena dampak El Nino. Menurut BMKG wilayah Jateng, seperti Kota Semarang dan sekitarnya awal musim hujan diprediksi berlangsung pada November.
Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, bahwa awal musim hujan di Indonesia tahun ini akan mundur. Dan awal musim hujan diprediksi di Indonesia akan dimulai dari wilayah Sumatera Barat dan Riau bagian selatan.
Dia pun mengungkapkan beberapa wilayah yang dekat dengan Benua Asia sudah lebih dulu mendapat musim hujan.
“Saat ini beberapa zona musim telah terkonfirmasi sudah mengalami musim hujan, yakni sebagian besar Aceh, tentunya yang lebih dekat ke Asia, sebagian besar Sumut, sebagian Riau, Sumbar bagian tengah, dan sebagian kecil Kepulauan Riau,” paparnya. (HS-06)