HALO KEBUMEN – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani mengajak semua pihak untuk ikut melestarikan budaya daerah, termasuk di antaranya adalah wayang kulit.
Pelestarian perlu dilakukan agar kelak kesenian dan budaya tersebut tetap ada, sekaligus dapat dijadikan tuntunan moral.
Hal itu disampaikan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani ketika menghadiri halalbihalal yang digelar oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro, di kediamannya, di Gang Kidul Pasar Petanahan, baru-baru ini.
Selain Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, acara tersebut juga dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Darori Wonodipuro.
Dia menilai Darori merupakan sosok wakil rakyat, yang konsistensinya menjaga kedekatan dengan konstituen meski sibuk dengan agenda di tingkat pusat.
“Bapak Darori tetap hadir di tengah masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi daerah. Kebersamaan seperti malam ini adalah modal penting bagi pembangunan Kebumen,” ujar Bupati Lilis, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Terkait lakon wayang “Yuwana Astina”, Bupati menekankan bahwa karya seni tradisional ini bukan sekedar hiburan, melainkan tuntunan moral.
Lakon tersebut mengisahkan bangkitnya Negeri Astina pasca-perang Bharatayuda menjadi wilayah yang makmur (gemah ripah loh jinawi), yang selaras dengan pesan keteguhan dan keberanian dalam memimpin.
Sementara itu rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak pagi, dengan pengajian khusus muslimah yang menyedot antusiasme lebih dari 3.000 jamaah.
Memasuki malam hari, suasana semakin meriah dengan pergelaran Wayang Kulit yang menampilkan dalang kondang asal Banyumas, Ki Yakut Jedher.
Perwakilan keluarga, Hasan Bayuni, menjelaskan bahwa perhelatan ini membawa dua makna simbolis yang mendalam.
“Pengajian pagi hari merupakan simbol ketaatan sebagai muslim, sementara wayangan malam ini adalah ikhtiar kita untuk nguri-uri atau melestarikan budaya lokal agar tidak luntur, terutama di wilayah Kebumen,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Darori yang kembali terpilih untuk periode ketiga di DPR RI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat.
Ia juga membagikan kabar gembira mengenai rencana pembangunan dermaga di wilayah Suwuk yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga Kebumen.
Darori juga menceritakan makna gelar kebangsawanan “Wonodipuro” yang disandangnya dari Keraton Yogyakarta, yang berarti “Sang Penjaga Hutan”, sejalan dengan rekam jejak kariernya di Kementerian Kehutanan. (HS-08)


