HALO KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan bahwa di Indonesia, setiap warga negara memiliki hak yang sama, untuk beribadah dan menjalankan ajaran agamanya.
Penegasan itu disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, ketika hadir dan memberikan arahan, dalam acara Forum Gembala Kamtibmas, di aula Wira Pratama Mapolres Karanganyar, baru-baru ini.
Lebih lanjut Bupati Karanganyar mengatakan, dalam urusan beragama, di Indonesia ini seharusnya hak setiap pemeluk agama tidak boleh dibeda bedakan.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar (Pemkab) pun, selalu bersinergi dengan TNI dan Polri, untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban.
Setiap menjelang perayaan hari besar, Juliyatmono juga menginstruksikan kepada Kepala OPD dan kepala wilayah, untuk selalu menjaga setiap pelaksanaan peribadatan, agar tenang dan khusyuk.
Pemkab pun juga selalu mengadakan pantauan demi terciptanya kedamaian di Kabupaten Karanganyar.
“Selamat merayakan Natal dengan tenang, dan tanpa ada konflik,” kata dia, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengatakan bahwa Gembala Kamtibmas, nantinya akan menjadi penjaga keharmonisannya, sama seperti Da’i Kamtibmas.
“Pendeta atau romo itu mengorbankan dirinya ibarat menjaga lilin kedamaian, agar tidak padam oleh ketidak rukunan umatnya,” kata dia.
Beri Kedamaian
Ketua Forum Gembala Kamtibmas Karanganyar, Purworo mengatakan kehadiran organisasi yang dia pimpin di tengah-tengah masyarakat, adalah untuk memberikan kedamaian dan ketenangan, terutama saat berlangsung perayaan dan ibadah Natal 2022 dan pergantian ke tahun 2023.
Organisasi ini, menurut dia juga mengemban tugas untuk menjaga keharmosisan di masyarakat, termasuk dengan umat agama lainnya.
Kapolres Karanganyar, AKBP Danang Kuswoyo, dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa sama halnya dengan Da’i Kamtibmas, Forum Gembala Kamtibmas ini dibentuk untuk menjaga keharmonisan masyarakat, khususnya Umat Kristiani.
”Agar tercipta kedamaian umat Kristiani di bumi Intanpari. Agar Kabupaten Karanganyar selalu tentram, damai dan rukun antarumat beragama lainnya,” kata Kapolres Danang. (HS-08)